Story
Aset Kelolaan BlackRock Tembus Rekor $15,34 Triliun Didukung Reli Pasar dan Arus Masuk ETF

Summary
Manajer aset terbesar di dunia ini melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi, didorong oleh peningkatan nilai aset akibat reli pasar saham dan arus masuk dana bersih sebesar $192 miliar.
BlackRock melaporkan total aset kelolaan (AUM) yang mencapai rekor tertinggi baru sebesar $15,34 triliun pada kuartal kedua, didorong oleh reli pasar saham yang signifikan dan arus masuk dana investor yang deras ke dalam produk exchange-traded fund (ETF) miliknya. Kinerja yang kuat ini membuat laba perusahaan melampaui estimasi Wall Street.
Kinerja Keuangan Melampaui Ekspektasi
Berdasarkan laporan yang dirilis pada hari Rabu, laba per saham (EPS) yang disesuaikan untuk kuartal yang berakhir pada 30 Juni mencapai $13,91. Angka ini melampaui konsensus analis sebesar $12,59 per saham, menurut data yang dikompilasi oleh LSEG. Total aset kelolaan naik dari $12,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan nilai aset ini sejalan dengan kinerja positif pasar ekuitas AS, di mana indeks acuan S&P 500 membukukan kenaikan sebesar 15% selama kuartal tersebut. Menanggapi hasil yang solid ini, BlackRock juga mengumumkan peningkatan rencana pembelian kembali sahamnya untuk tahun 2026 menjadi $2 miliar dari sebelumnya $1,8 miliar.
Arus Masuk Dana Investor Tetap Deras
BlackRock berhasil menarik arus masuk bersih (net inflows) dari klien sebesar $192 miliar selama kuartal kedua, sebuah peningkatan signifikan dari $68 miliar pada tahun sebelumnya. Kekuatan utama pendorong arus masuk ini berasal dari waralaba iShares ETF yang menjadi pemimpin pasar.
Arus masuk dana terbagi ke dalam beberapa kelas aset, dengan rincian sebagai berikut:
Ad- Pendapatan Tetap (Fixed Income): $92 miliar
- Ekuitas (Equity): $71,6 miliar
- Pasar Swasta (Private Markets): $15,4 miliar
"Fundamental pasar kuat dan didukung dengan baik, dengan margin yang lebih tinggi dan momentum pendapatan yang dikatalisasi oleh teknologi baru," kata CEO Larry Fink dalam sebuah pernyataan.
Fokus pada Pasar Swasta di Tengah Pengawasan
Di luar bisnis intinya di saham dan obligasi, BlackRock terus memperkuat posisinya di pasar aset alternatif. Perusahaan telah melakukan akuisisi strategis, termasuk investor infrastruktur Global Infrastructure Partners dan perusahaan kredit swasta HPS Investment Partners, untuk mendorong pertumbuhan di segmen ini yang menawarkan biaya (fee) lebih tinggi.
Namun, sektor kredit swasta yang bernilai triliunan dolar ini tengah menghadapi pengawasan ketat terkait standar pinjaman. Salah satu dana kredit swasta BlackRock, HPS Corporate Lending Fund (HLEND), menghadapi permintaan penarikan dana sebesar 13,3% dari investor pada kuartal kedua. Sesuai kebijakan, perusahaan mempertahankan batas penarikan kuartalan sebesar 5%. Meskipun demikian, Fink menyatakan bahwa permintaan institusional untuk kredit swasta terus meningkat.