Story
Bernstein Tetap Jagokan Saham Teknologi China, Termasuk Tencent dan Alibaba

Firma riset Bernstein menegaskan kembali pandangan positifnya terhadap sejumlah saham internet utama di China, dengan mempertahankan peringkat Outperform untuk saham-saham pilihannya. Menurut Bernstein, fundamental yang membaik, valuasi yang menarik, dan berbagai katalis jangka pendek dapat mendorong kenaikan harga saham dalam beberapa bulan mendatang.
Pilihan Utama dan Target Harga
Bernstein menyoroti lima perusahaan sebagai pilihan utamanya di sektor internet China. Setiap perusahaan dinilai memiliki pendorong pertumbuhan yang unik.
- Tencent (700.HK): Dianggap sebagai saham *large-cap* pilihan, dengan target harga HK$780. Bernstein menilai valuasinya masih moderat, sekitar 11-12x P/E ke depan, dan meyakini kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan segmen *gaming* dan belanja AI hanya bersifat sementara.
- Alibaba (9988.HK/BABA): Diberi peringkat Outperform dengan target harga HK$176 dan US$180. Restrukturisasi bisnis baru-baru ini, seperti pemindahan T-head ke segmen *cloud*, diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan yang dilaporkan dan sentimen investor.
- NetEase (9999.HK/NTES): Mempertahankan peringkat Outperform dengan target harga HK$235 dan US$150. Potensi katalis termasuk percepatan pembelian kembali saham dan kemungkinan masuk dalam skema Southbound Stock Connect.
- JD.com (9618.HK/JD): Dinilai *undervalued* dengan target harga HK$155 dan US$40. Bernstein memandang positif fokus manajemen pada profitabilitas dan program pembelian kembali saham, meskipun pertumbuhan pendapatan melambat.
- Kanzhun (BZ): Diberi peringkat Outperform dengan target US$18. Firma riset ini melihat potensi dari pemanfaatan AI yang lebih murah untuk meningkatkan monetisasi dan pencocokan pekerjaan, serta valuasi yang menarik dengan *free cash flow yield* yang tinggi.
AdProspek dan Katalis Pasar
Secara keseluruhan, optimisme Bernstein didasarkan pada kombinasi valuasi yang belum sepenuhnya mencerminkan potensi perusahaan dan serangkaian peristiwa yang dapat memicu minat investor. Untuk Tencent, peluncuran model AI Hy4 generasi berikutnya menjadi salah satu katalis yang dinantikan.
Sementara itu, untuk Alibaba, konferensi Apsara Cloud pada bulan September dan percepatan pertumbuhan bisnis *cloud* menjadi sorotan utama. Bernstein juga mencatat bahwa percepatan pembelian kembali saham secara historis berkorelasi erat dengan kenaikan harga saham berikutnya, sebuah tren yang dapat menguntungkan NetEase dan JD.com.