Story
Indeks Angkutan Kering Baltik Turun Empat Hari Beruntun Tertekan Tarif Capesize

Summary
Indeks utama angkutan laut untuk komoditas curah kering turun untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Kamis, terutama disebabkan oleh penurunan tajam pada tarif kapal Capesize dan Panamax.
Indeks Angkutan Kering Baltik (Baltic Dry Index/BDI), yang menjadi acuan biaya pengiriman komoditas curah kering global, melanjutkan tren pelemahannya pada hari Kamis. Indeks turun 95 poin, atau 3,2%, menjadi 2.844, menandai penurunan selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Penurunan ini terjadi setelah indeks tersebut sempat menyentuh level tertingginya sejak 3 Juni pada pekan lalu, mengindikasikan adanya koreksi di pasar angkutan laut.
Penurunan Tarif Kapal Besar
Pelemahan BDI terutama didorong oleh segmen kapal berukuran besar. Berikut adalah rincian pergerakan sub-indeks utama:
- Indeks Capesize, yang melacak kapal pengangkut kargo 150.000 ton seperti bijih besi dan batu bara, anjlok 243 poin atau 5,2% ke level 4.469.
- Akibatnya, pendapatan harian rata-rata untuk kapal Capesize turun sebesar $2.212 menjadi $37.025.
- Indeks Panamax juga turun 40 poin, atau 1,7%, menjadi 2.262. Penurunan ini melanjutkan koreksi setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan selama sepuluh hari berturut-turut.
AdSementara itu, segmen kapal Supramax yang berukuran lebih kecil justru mencatatkan sedikit kenaikan pada hari yang sama, menunjukkan adanya divergensi di pasar.
Konteks Pasar Komoditas
Penurunan pada tarif Capesize sejalan dengan dinamika pasar bijih besi. Menurut data pasar, harga bijih besi berjangka bergerak dalam rentang yang sempit karena sentimen yang beragam.
Di satu sisi, menyusutnya kerugian pabrik baja dan biaya angkutan yang tetap kuat memberikan dukungan. Namun, di sisi lain, penurunan volume ekspor baja dari China memberikan tekanan pada permintaan pengangkutan bahan baku, yang pada akhirnya membebani tarif kapal Capesize.