Story
Analisis Saham AI Jelang Laporan Kinerja Q2: Microsoft, Meta, dan Alphabet Jadi Pilihan Utama

Summary
Menjelang musim laporan kinerja kuartal kedua, sejumlah analis Wall Street menyoroti saham-saham kecerdasan buatan (AI) teratas, dengan Microsoft, Meta, dan Alphabet menerima rekomendasi kuat, sementara beberapa saham lain mendapat peringatan terkait valuasi yang tinggi.
Menjelang rilis laporan kinerja kuartal kedua (Q2), para analis Wall Street secara aktif menyesuaikan rekomendasi mereka untuk saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Beberapa bank investasi besar menunjuk raksasa teknologi sebagai pilihan utama mereka, didorong oleh momentum pertumbuhan yang kuat, sementara yang lain menyuarakan kehati-hatian terhadap saham yang valuasinya dianggap sudah terlalu tinggi.
Raksasa Teknologi Mendapat Rekomendasi Beli
Beberapa nama terbesar di sektor teknologi menjadi fokus utama para analis minggu ini.
- Microsoft (MSFT): Morgan Stanley menyebut prospek risiko/imbal hasil Microsoft "sangat menarik" menjelang laporan keuangannya pada 29 Juli. Bank tersebut menetapkan target harga $600, yang menyiratkan potensi kenaikan sekitar 57%. Analis menyoroti pertumbuhan Azure yang diperkirakan mencapai 41%, percepatan monetisasi Copilot, dan disiplin biaya operasional sebagai pendorong utama.
- Meta Platforms (META): Mizuho Securities menobatkan Meta sebagai pilihan utamanya di antara saham periklanan online dan teknologi mega-cap. Dengan target harga $835, Mizuho melihat katalis baru dari potensi kesepakatan senilai hingga $10 miliar untuk menyewakan daya komputasi kepada Anthropic, yang dapat menambah laba per saham (EPS) secara signifikan.
- Alphabet (GOOGL): Wedbush menambahkan Alphabet ke dalam "Best Ideas List" mereka. Analis Ygal Arounian menyoroti keberhasilan Google dalam menerjemahkan posisi AI-nya menjadi peningkatan pangsa pasar di segmen Cloud, yang pendapatannya tumbuh 82% secara tahunan menjadi $24,8 miliar, jauh di atas ekspektasi.
Peluang di Sektor Semikonduktor
Citi melihat koreksi harga saham semikonduktor baru-baru ini sebagai peluang beli. Analis bank tersebut menyatakan preferensi untuk saham perusahaan peralatan modal semikonduktor dibandingkan saham produsen chip itu sendiri. Menurut Citi, pusat data tetap menjadi pasar akhir terkuat, dan komentar positif mengenai belanja modal (capex) dari perusahaan seperti Intel dan TSMC menjadi sinyal yang menggembirakan bagi para produsen peralatan.
AdIntel menaikkan panduan capex 2026 menjadi lebih dari $20 miliar, sementara TSMC juga merevisi naik panduan capex 2026 menjadi $60-$64 miliar karena permintaan AI yang lebih kuat.
Peringatan Valuasi dan Penurunan Peringkat
Di sisi lain, beberapa analis mengambil sikap yang lebih berhati-hati karena valuasi yang tinggi.
Jefferies menurunkan peringkat Datadog (DDOG) dari Beli menjadi Tahan (Hold). Analis Brent Thill menyatakan bahwa tesis perusahaan sebagai penerima manfaat AI "sebagian besar telah terwujud" setelah sahamnya melonjak +94% sepanjang tahun ini. Dengan valuasi yang premium, Jefferies melihat sedikit ruang untuk kesalahan eksekusi dan akan menunggu titik masuk yang lebih baik.
Langkah ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas, di mana investor mulai beralih dari posisi negatif yang tidak pandang bulu ke pendekatan yang lebih didorong oleh fundamental dan estimasi. Analis memperingatkan bahwa ekspektasi tetap tinggi dan valuasi untuk beberapa nama di sektor AI sudah cukup ketat.