Story

Capital Economics: Pecahnya Gelembung AI Dapat Picu Koreksi Tajam di Pasar Saham

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20261 min read
Capital Economics: Pecahnya Gelembung AI Dapat Picu Koreksi Tajam di Pasar Saham

Summary

Lembaga riset Capital Economics memperingatkan bahwa pecahnya gelembung kecerdasan buatan (AI) dapat memicu penurunan tajam di pasar saham global, dengan pasar AS sebagai episentrumnya, serta pelemahan dolar AS.

Text size
Background

Capital Economics memperingatkan bahwa pasar mungkin berada dalam tahap akhir dari gelembung spekulatif kecerdasan buatan (AI), yang jika pecah dapat memicu penurunan tajam di pasar ekuitas global, reli moderat pada beberapa obligasi pemerintah, dan pelemahan dolar AS.

Dalam sebuah catatan yang dirilis pada hari Senin, lembaga riset tersebut menyatakan bahwa ada banyak tanda yang menunjukkan gelembung AI telah matang dan siap menghadapi koreksi.

Episentrum di Pasar Saham AS

Menurut John Higgins, Chief Economic Adviser di Capital Economics, pasar saham Amerika Serikat kemungkinan besar akan menjadi pusat dari setiap dampak yang timbul. Ia membandingkan situasi saat ini dengan pecahnya gelembung dot-com sebagai preseden yang paling relevan.

Perusahaan tersebut memproyeksikan S&P 500 akan mencapai 6.500 pada akhir 2027, sekitar 21% di bawah perkiraan akhir 2026 sebesar 8.250. Namun, Higgins menyatakan bahwa potensi penurunan dari puncak ke palung (peak-to-trough) pada akhirnya bisa mencapai setidaknya 30%, suatu penurunan yang hanya terjadi tujuh kali dalam satu abad terakhir.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak Rantai ke Aset Global

Secara historis, penurunan tajam seperti itu cenderung menular ke pasar global. Meskipun demikian, Capital Economics menilai dampaknya kemungkinan akan lebih kecil di luar AS, di mana pasar saham umumnya memiliki bobot saham teknologi yang lebih rendah.

Analisis tersebut juga mencakup dampak pada kelas aset lainnya:

  • Obligasi Pemerintah: Lembaga ini tidak memperkirakan reli besar pada obligasi Treasury AS seperti yang terjadi setelah krisis dot-com, namun tetap memproyeksikan imbal hasil (yield) obligasi 10-tahunan di negara maju akan sedikit menurun hingga akhir 2027.
  • Obligasi Korporasi: Beberapa dampak juga diperkirakan terjadi pada obligasi korporasi AS mengingat *spread* kredit yang sangat rendah, meskipun skalanya diperkirakan lebih kecil dari krisis dot-com.
  • Dolar AS: Higgins memperkirakan dolar akan melemah, dengan alasan bahwa mata uang tersebut saat ini dinilai lebih tinggi (overvalued) daripada saat menjelang pecahnya gelembung dot-com.
Back to latest news

LATEST