Story
Yuan Tembus 6,73 Terhadap Dolar, Capai Level Tertinggi 3,5 Tahun

Nilai tukar yuan China melonjak menembus level 6,73 terhadap dolar AS, mencapai level terkuatnya dalam lebih dari tiga setengah tahun. Penguatan signifikan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS secara luas dan meningkatkan daya tarik aset-aset China di mata investor global.
Pada perdagangan hari Kamis, 20 Agustus, yuan darat (onshore) ditutup menguat di level 6,7203, sementara yuan lepas pantai (offshore) sempat menyentuh 6,7205. Menurut data Investing.com, kedua kurs tersebut mencapai level tertinggi sejak Februari 2023.
Pelemahan Dolar Memicu Reli Yuan
Pemicu utama penguatan yuan datang dari Amerika Serikat. Pada 19 Agustus, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menaikkan batas atas operasi pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang (10-30 tahun) dari $2 miliar menjadi minimal $4 miliar per operasi. Kebijakan yang akan berlaku mulai 9 September ini ditafsirkan pasar sebagai upaya untuk menekan imbal hasil obligasi jangka panjang.
Langkah tersebut memicu reaksi pasar yang cepat:
- Imbal hasil obligasi 30-tahun AS turun 9 basis poin menjadi 5,19%.
- Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, anjlok 0,85% ke 98,78, menembus level psikologis 99 untuk pertama kalinya sejak Juni.
Menurut sebuah lembaga riset, langkah Departemen Keuangan AS ini diartikan sebagai pelemahan premi kredit dolar, yang mendorong investor beralih ke aset lain. Hal ini sejalan dengan tren penurunan porsi cadangan dolar dalam cadangan devisa global yang kini berada di level 57%.
AdSinyal dari Bank Sentral dan Dampak Pasar
Bank sentral China (PBoC) juga memainkan peran penting. Pada 20 Agustus, PBoC menetapkan kurs referensi tengah (midpoint) USD/CNY di 6,7808, level terkuat sejak Februari 2023. Penetapan ini mengindikasikan bahwa otoritas moneter menerima penguatan yuan secara bertahap, meskipun tetap mengendalikan lajunya.
Di tengah penguatan yuan, aset-aset China menunjukkan daya tarik yang meningkat. Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup naik 203 poin pada 20 Agustus, dan permintaan investor asing terhadap aset berdenominasi yuan terus meningkat sepanjang tahun.
Prospek ke Depan
Investor akan memantau dua agenda penting ke depan. Pertama, rilis data PMI manufaktur dan jasa AS pada 21 Agustus. Jika data lebih lemah dari ekspektasi, hal ini dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada dolar dan mendukung yuan. Secara teknis, level support kunci untuk Indeks Dolar berada di 98 dan 97,2.
Kedua, implementasi penuh kebijakan pembelian kembali obligasi AS pada 9 September akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampaknya. Di sisi lain, penetapan kurs referensi harian oleh PBoC akan menjadi sinyal utama mengenai batas toleransi regulator terhadap apresiasi yuan lebih lanjut.