Story
Harga Gandum Berjangka Mendekati Rekor Tertinggi di Tengah Eskalasi Konflik dan Guncangan Pasokan

Harga gandum berjangka AS melonjak ke level tertinggi dalam enam minggu, mendekati rekor historis, di tengah kombinasi sempurna antara ketegangan geopolitik yang memanas dan guncangan pasokan global yang parah. Kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) mencapai 700,00 sen per gantang setelah membukukan kenaikan mingguan sebesar 6,1%, menurut data pasar.
Guncangan Pasokan Memicu Reli Harga
Reli harga saat ini didorong oleh konvergensi tiga guncangan pasokan besar di negara-negara produsen utama. Kondisi ini menciptakan kerentanan struktural di pasar komoditas global.
- Amerika Serikat: Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan panen gandum musim dingin domestik terkecil sejak 1965, yaitu sebesar 1,048 miliar gantang, turun 25% dari tahun ke tahun.
- Australia: Menurut riset Topstep yang dirilis 17 Juli, Australia secara bersamaan memangkas proyeksi panen 2026 sebesar 30%, menghilangkan salah satu pesaing ekspor utama dari pasar global.
- Eropa: Gelombang panas ekstrem mengancam panen. Menurut data Platts yang dikutip oleh IndexBox, harga gandum Prancis mencapai rekor tertinggi EUR 219,25 per metrik ton pada 14 Juli. Asosiasi Pedagang Sereal dan Biji Minyak Eropa juga memangkas perkiraan produksi gandum Uni Eropa untuk tahun 2026.
Tensi Geopolitik Menambah Tekanan
Selain defisit pasokan fundamental, eskalasi konflik di dua wilayah maritim penting memperburuk situasi. Di Timur Tengah, konflik AS-Iran yang kembali memanas di sekitar Selat Hormuz menjadi pendorong utama, dengan AS dilaporkan melakukan serangan selama delapan malam berturut-turut hingga 19 Juli.
AdSecara terpisah, di Laut Hitam, serangan Ukraina terhadap kapal tanker Rusia memaksa Moskow untuk menangguhkan akses ke Selat Kerch. Reuters melaporkan bahwa langkah ini membatasi pengiriman melalui Laut Azov, rute yang menangani sekitar 25% ekspor gandum Rusia. Andrey Sizov dari konsultan SovEcon mengatakan kepada Reuters bahwa "penutupan penuh selama beberapa minggu dapat secara substansial mengganggu arus ekspor Rusia," yang mendorong kenaikan harga lebih lanjut.
Proyeksi Pasar dan Dampak Investor
USDA memproyeksikan konsumsi gandum global akan melebihi produksi sebesar 0,8% pada musim 2026/27, sebuah pembalikan tajam dari surplus produksi 2,3% pada 2025/26. Defisit ini membuat pasar sangat sensitif terhadap gangguan pasokan tambahan.
Bagi investor, perusahaan agribisnis seperti Archer-Daniels-Midland (ADM) dan Bunge Global (BG) menjadi sorotan. Harga gandum yang tinggi secara berkelanjutan dapat memperlebar margin originasi biji-bijian mereka, namun di sisi lain juga menaikkan biaya input bagi pelanggan penggilingan mereka. Ke depan, pasar akan mencermati potensi negosiasi AS-Iran, yang dapat mengurangi premi risiko geopolitik, serta keputusan suku bunga Federal Reserve pada 28-29 Juli yang akan memengaruhi nilai dolar dan kompleks komoditas secara luas.