Story

Studi: Resep Obat Penurun Berat Badan untuk Anak di Bawah 12 Tahun di AS Melonjak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20262 min read
Studi: Resep Obat Penurun Berat Badan untuk Anak di Bawah 12 Tahun di AS Melonjak
Text size
Background

Peresepan obat penurun berat badan golongan GLP-1 untuk anak-anak di bawah 12 tahun di Amerika Serikat telah melonjak lebih dari 300 kali lipat sejak 2019. Tren ini mencerminkan upaya para dokter untuk menemukan pengobatan yang efektif bagi pasien obesitas yang lebih muda, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal *Pediatrics*.

Detail Studi dan Temuan Kunci

Studi tersebut menganalisis data rekam medis elektronik dari lebih dari 3,5 juta anak berusia antara delapan hingga 11 tahun dengan obesitas tetapi tanpa diabetes. Ditemukan bahwa tingkat peresepan obat GLP-1 untuk kelompok ini meningkat dari 0,03% pada tahun 2019 menjadi 9,3% pada Juni lalu.

Selama periode studi, total 20.282 anak menerima resep obat GLP-1. Beberapa temuan penting lainnya meliputi:

  • 94% anak yang diberi resep mengalami obesitas parah.
  • Sekitar 65% memiliki setidaknya satu kondisi terkait, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau *sleep apnea*.
  • Obat yang paling sering diresepkan adalah Wegovy dari Novo Nordisk, diikuti oleh Saxenda (Novo Nordisk) dan Zepbound (Eli Lilly).

Konteks Regulasi dan Pandangan Ahli

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meskipun obat-obatan ini tidak secara resmi disetujui untuk digunakan pada anak di bawah 12 tahun, pedoman klinis mengizinkan penggunaannya (*off-label*) untuk obesitas pada anak-anak usia delapan tahun dalam kasus-kasus tertentu. Penggunaan ini menunjukkan pergeseran dalam pendekatan klinis terhadap obesitas anak yang parah.

"Meskipun jumlah absolut anak di bawah 12 tahun yang menerima pengobatan GLP-1 masih rendah, studi ini menunjukkan bahwa penggunaannya meningkat dengan cepat," kata Dr. Babak Orandi, peneliti utama dan spesialis kedokteran obesitas di NYU Langone Health. Ia menambahkan bahwa pemantauan keamanan jangka panjang sangat diperlukan untuk memastikan obat-obatan ini tetap aman dan efektif bagi populasi ini.

Implikasi Pasar dan Kesenjangan Akses

Peningkatan permintaan dari demografi yang lebih muda ini merupakan sinyal positif bagi produsen obat seperti Novo Nordisk (NVO) dan Eli Lilly (LLY), yang mendominasi pasar obat GLP-1. Hal ini berpotensi membuka aliran pendapatan baru yang signifikan seiring dengan meningkatnya penerimaan klinis.

Namun, studi ini juga menyoroti adanya kesenjangan akses. Anak-anak yang tinggal di komunitas berpenghasilan lebih tinggi 55% lebih mungkin diresepkan obat-obatan ini. Allan Massie, salah satu penulis studi, menekankan bahwa para dokter dan pembuat kebijakan memiliki tanggung jawab untuk memastikan "perawatan yang berharga dan terkadang mahal ini tersedia bagi lebih dari mereka yang memiliki akses asuransi kesehatan dan mampu mengunjungi klinik pediatrik."

Back to latest news

LATEST