Story

Bank-bank Wall Street Proyeksikan 'Siklus Super' AI Akan Pacu Gelombang Kesepakatan dan Pembiayaan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Bank-bank Wall Street Proyeksikan 'Siklus Super' AI Akan Pacu Gelombang Kesepakatan dan Pembiayaan

Summary

Para eksekutif bank investasi terkemuka seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley melihat lonjakan belanja modal untuk infrastruktur AI sebagai pendorong utama aktivitas merger, akuisisi, dan penggalangan dana di tahun-tahun mendatang.

Text size
Background

Bank-bank investasi terbesar di Wall Street melihat adanya gelombang besar dalam kesepakatan dan aktivitas pembiayaan yang didorong oleh kebutuhan masif perusahaan teknologi untuk mendanai infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Para eksekutif puncak memproyeksikan "siklus super" belanja modal ini akan menghasilkan pendapatan signifikan dari penggalangan dana dan pinjaman.

'Siklus Super' Belanja Modal AI

Menurut para bankir, pembangunan infrastruktur AI masih dalam tahap awal dan akan memicu siklus investasi selama bertahun-tahun. Hal ini diperkirakan akan terus mendorong aktivitas strategis, pembiayaan, dan pembentukan modal di seluruh pasar.

"Industri ini berada di tengah-tengah siklus super belanja modal (capex) AI," kata CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam sebuah rilis laporan keuangan. Ia menambahkan bahwa ada permintaan untuk memanfaatkan setiap instrumen pembiayaan. Goldman Sachs merupakan penjamin emisi utama dalam IPO $86 miliar milik SpaceX dan akan memainkan peran penting dalam pencatatan saham Anthropic yang akan datang.

Optimisme ini muncul meskipun saham-saham teknologi, terutama produsen mikrocip, mengalami tekanan pada bulan Juli. Para investor bergulat dengan valuasi yang tinggi dan mempertanyakan keberlanjutan dari lonjakan belanja modal AI.

Proyeksi Optimistis dari Para Raksasa Perbankan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Bank-bank besar lainnya juga menyuarakan sentimen serupa, didukung oleh data dan kesepakatan konkret yang telah terjadi.

  • Morgan Stanley: CEO Ted Pick menyoroti revisi tajam ke atas untuk proyeksi belanja modal pusat data. Perkiraan untuk tahun 2027 telah direvisi dari $700 miliar menjadi $1,3 triliun, dan bisa mencapai $1,5 triliun pada 2028. Morgan Stanley memperkirakan total belanja modal terkait AI dapat mencapai $10 triliun dalam beberapa tahun.
  • Citigroup: CEO Jane Fraser menyatakan bahwa AI "mendominasi banyak perbincangan" dengan para klien. Citigroup bertindak sebagai koordinator global bersama dalam penjualan saham SK Hynix senilai $26,5 miliar, yang menghasilkan pendapatan lebih dari $70 juta bagi bank tersebut.
  • Bank of America (BofA): Bank ini baru-baru ini memberikan fasilitas kredit senilai $520 juta kepada OpenAI, pinjaman pertamanya untuk perusahaan AI tersebut, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Menurut data internal yang dilihat oleh Reuters, BofA telah membantu menghimpun dana hampir $500 miliar untuk perusahaan terkait AI sejak 2025.

Dampak Meluas ke Sektor Terkait

Permintaan pembiayaan tidak hanya datang dari perusahaan AI murni, tetapi juga dari ekosistem pendukungnya. JPMorgan Chase dan Morgan Stanley dilaporkan sedang mengerjakan paket pembiayaan sekitar $13 miliar untuk pusat data Meta Platforms di Texas.

CFO JPMorgan, Jeremy Barnum, mengibaratkan dampaknya seperti pembangunan pusat data yang menciptakan banyak permintaan untuk "tukang ledeng dan teknisi listrik." Ia mencatat adanya permintaan pinjaman yang layak dari perusahaan-perusahaan yang mungkin tidak secara langsung terkait dengan AI, tetapi memiliki hubungan tidak langsung. Hal ini menunjukkan bahwa efek riak dari ledakan investasi AI mulai menyebar ke berbagai sektor ekonomi.

Back to latest news

LATEST