Story

Masa Depan Merek Seat Volkswagen di Ujung Tanduk di Tengah Gempuran Pesaing Tiongkok

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20262 min read
Masa Depan Merek Seat Volkswagen di Ujung Tanduk di Tengah Gempuran Pesaing Tiongkok

Summary

Volkswagen mempertimbangkan untuk menghentikan merek Seat asal Spanyol sebagai bagian dari restrukturisasi besar, seiring meningkatnya tekanan dari produsen mobil listrik Tiongkok dan pergeseran fokus ke merek Cupra yang lebih menguntungkan.

Text size
Background

Restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Volkswagen tampaknya akan mengakhiri riwayat merek Seat asal Spanyol. Hal ini berpotensi menjadikan Seat sebagai korban besar pertama dari kebangkitan produsen mobil Tiongkok, di tengah prediksi para ahli mengenai gelombang konsolidasi di industri otomotif.

Jika ini terjadi, Seat akan menjadi merek mobil besar pertama yang hilang sejak awal 2010-an. Keputusan ini menggarisbawahi keseriusan CEO Oliver Blume untuk merampingkan grup otomotif Jerman tersebut dengan memfokuskan investasi pada merek-merek terkuatnya.

Pergeseran Fokus ke Cupra

Sebagai bagian dari perombakan, Volkswagen menyatakan bahwa masa depan Seat "setelah siklus produk saat ini masih dievaluasi." Seorang sumber yang terlibat dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa merek Cupra, yang merupakan 'saudara' Seat dan tumbuh pesat dengan fokus pada kendaraan listrik (EV), akan menerima semua investasi produk di masa depan seiring model mesin pembakaran Seat dihentikan secara bertahap.

Fakta-fakta berikut menyoroti kondisi Seat:

  • Didirikan pada tahun 1950, Seat diakuisisi oleh Volkswagen pada tahun 1986.
  • Merek ini belum meluncurkan model baru sejak tahun 2020.
  • Kontribusi Seat terhadap pengiriman global Volkswagen pada tahun 2025 adalah kurang dari 3%.
  • Sebaliknya, merek Cupra yang diluncurkan pada 2018, berhasil melampaui penjualan tahunan Seat untuk pertama kalinya tahun lalu.

Seat tidak memiliki model listrik sepenuhnya dan tidak ada rencana untuk itu, karena para eksekutif menyatakan merek tersebut tidak cukup menguntungkan untuk membenarkan investasi besar yang diperlukan untuk program EV.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Tekanan dari Pesaing Global

Analis menyatakan bahwa dilema yang dihadapi Volkswagen semakin umum terjadi di seluruh industri. Kebangkitan produsen mobil Tiongkok seperti BYD, SAIC Motor, dan Geely telah mengintensifkan persaingan harga dan menggerus dominasi merek-merek mapan.

Menurut data dari Felipe Munoz dari Car Industry Analysis, penjualan tahunan kumulatif oleh produsen mobil Eropa, AS, Jepang, dan Korea Selatan turun 12,6 juta kendaraan, atau 17%, antara tahun 2019 dan 2025. Produsen mobil Tiongkok berhasil merebut sebagian besar pangsa pasar yang hilang tersebut, memaksa para pemain lama untuk membuat pilihan sulit di tengah permintaan yang lemah dan biaya transisi ke EV yang sangat besar.

Era Konsolidasi Industri

Situasi ini memicu apa yang disebut analis sebagai era "survival of the fittest." Volkswagen bukan satu-satunya yang mengambil tindakan. Stellantis, produsen mobil nomor empat di dunia, juga memfokuskan investasi pada empat dari 14 mereknya, yaitu Jeep, Ram, Peugeot, dan Fiat.

Analis memprediksi bahwa gelombang konsolidasi ini tidak hanya akan berdampak pada pemain lama. Pasar otomotif Tiongkok sendiri sangat padat, dan firma konsultan AlixPartners memperkirakan hanya 15 dari 129 merek EV yang saat ini beroperasi di sana yang akan bertahan secara finansial hingga tahun 2030. "Ini semua adalah bagian dari penataan ulang global," kata Sam Fiorani, wakil presiden di AutoForecast Solutions. "Akan ada lebih sedikit pemain lama dan lebih sedikit pemain dari Tiongkok dalam jangka panjang."

Back to latest news

LATEST