Story
Aktivitas M&A Migas Hulu AS Anjlok di Kuartal II Akibat Volatilitas Harga

Summary
Nilai kesepakatan di sektor hulu minyak dan gas AS anjlok empat kali lipat menjadi $9 miliar pada kuartal kedua, tertekan oleh volatilitas harga minyak mentah yang mempersulit valuasi aset, menurut data Enverus.
Aktivitas kesepakatan di sektor hulu minyak dan gas (migas) Amerika Serikat anjlok empat kali lipat menjadi $9 miliar pada kuartal kedua tahun ini. Menurut firma analitik Enverus, penurunan tajam ini didorong oleh volatilitas harga minyak yang meredam kepercayaan investor.
Volatilitas Meredam Sentimen
Menurut Andrew Dittmar, analis utama di Enverus Intelligence Research, gejolak harga minyak mentah yang dipicu oleh konflik dan prospek gas yang melemah kemungkinan telah memperlebar selisih harga penawaran dan permintaan (*bid-ask spread*) serta mempersulit valuasi aset. "Hal ini mendorong nilai kesepakatan yang diumumkan ke salah satu total kuartalan terendah dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.
Selama periode April hingga Juni, harga penutupan kontrak berjangka minyak mentah Brent berayun dari level tertinggi $118 per barel ke level terendah $72 per barel, menurut data LSEG. Secara historis, nilai kesepakatan pada kuartal kedua ini merupakan yang terlemah ketiga sejak 2020, ketika pandemi COVID-19 menekan permintaan dan harga minyak.
AdTransaksi Utama Kuartal Ini
Meski aktivitas secara keseluruhan melambat, beberapa transaksi signifikan tetap terjadi. Porsi terbesar dari nilai kesepakatan berasal dari lelang hak pengeboran migas oleh Bureau of Land Management (BLM) pada bulan Mei, yang berhasil meraup sekitar $4 miliar.
- Lelang BLM: Lelang ini mencakup 33.530 hektar lahan federal di Texas dan New Mexico, terutama di cekungan Permian. Devon Energy dan Matador Resources menjadi pemenang utama. Persaingan ketat ini didorong oleh kelangkaan lokasi pengeboran berkualitas tinggi di AS.
- Penjualan Aset Shell: Di posisi kedua adalah penjualan kepemilikan Shell di anjungan Na Kika dan lapangan terkait di Teluk Meksiko senilai sekitar $1,7 miliar pada bulan Juni. Aset tersebut dijual kepada anak perusahaan Talos Energy dan Ridgewood Energy, dengan produksi sekitar 37.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada tahun 2025.