Story

Harga Bensin AS Melonjak Seiring Eskalasi Konflik AS-Iran dan Menipisnya Pasokan Global

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20262 min read
Harga Bensin AS Melonjak Seiring Eskalasi Konflik AS-Iran dan Menipisnya Pasokan Global

Summary

Harga bensin di Amerika Serikat kembali naik setelah beberapa minggu turun, didorong oleh lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik AS-Iran dan gangguan pasokan kilang global.

Text size
Background

Harga bensin di Amerika Serikat (AS) kembali mengalami kenaikan setelah berminggu-minggu mengalami penurunan, seiring lonjakan harga minyak mentah yang mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik antara AS dan Iran serta pengetatan pasokan bahan bakar global.

Menurut data dari AAA, harga rata-rata bensin di tingkat pompa naik 6 sen dalam sepekan menjadi $3,88 per galon pada hari Jumat. Kenaikan mingguan ini merupakan yang terbesar sejak pertengahan Mei, menambah tekanan pada konsumen di tengah puncak musim liburan musim panas di AS.

Konflik Geopolitik Mendorong Harga Minyak

Pemicu utama kenaikan harga adalah ketegangan yang kembali memanas antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz. Serangan terhadap beberapa kapal tanker di jalur perairan strategis tersebut, yang diikuti oleh serangan balasan, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan yang lebih luas.

Akibatnya, harga minyak acuan global Brent berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 5,5%. "Harga bensin telah reli seiring dengan pergerakan besar harga minyak mentah setelah beberapa tanker di Selat Hormuz diserang," kata Alex Hodes, direktur strategi pasar energi di pialang StoneX. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% dari pasokan minyak dan gas global harian sebelum konflik dimulai.

Pasokan Global Semakin Ketat

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selain faktor geopolitik, pengetatan pasokan juga diperburuk oleh sejumlah faktor lain, termasuk gangguan operasional kilang dan tingginya ekspor bahan bakar AS.

  • Gangguan Kilang: Gangguan tak terduga terjadi di kilang-kilang minyak di Rusia akibat serangan, serta di AS, termasuk fasilitas milik Marathon Petroleum di Detroit dan Delta di Pennsylvania. Hal ini mengurangi kapasitas produksi bahan bakar secara global.
  • Stok Domestik Menipis: Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok bensin AS turun 1,9 juta barel pekan lalu menjadi 212,1 juta barel. Angka ini hampir 10 juta barel di bawah rata-rata lima tahun.
  • Ekspor AS Mencapai Rekor: Di tengah kekurangan pasokan global, ekspor produk minyak AS mencapai rekor mingguan 8,7 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 3 Juli, menurut data EIA. Hal ini semakin mengurangi ketersediaan pasokan untuk pasar domestik.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar

Kenaikan harga bahan bakar ini menjadi isu politik yang sensitif bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, terutama menjelang pemilihan sela pada bulan November. Tingginya harga bensin berpotensi membebani anggaran rumah tangga dan dapat memengaruhi sentimen pemilih.

Para analis memperkirakan volatilitas harga akan terus berlanjut dalam jangka pendek. "Tampaknya harga sebagian besar akan bergerak naik dan turun di sini dalam jangka pendek," ujar Denton Cinquegrana, kepala analis minyak di Dow Jones Energy, menyoroti ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar energi global.

Back to latest news

LATEST