Story
Audit Pentagon Ungkap Kesalahan Data Mendasar, Target Lulus Audit 2028 di Jalur

Summary
Departemen Pertahanan AS berada di jalur untuk lulus audit keuangan pertamanya pada tahun 2028, di mana upaya konsolidasi data oleh Angkatan Darat telah mengungkap kelemahan sistem yang signifikan, termasuk kesalahan entri data yang menggandakan jumlah aset.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) berada di jalur untuk lolos audit keuangan pertamanya pada tahun 2028, sebuah terobosan bagi lembaga yang mengelola anggaran hampir $1 triliun per tahun namun secara historis tidak pernah dapat mempertanggungjawabkan sepenuhnya pengeluarannya. Upaya audit intensif ini telah mengungkap serangkaian kesalahan data yang sudah berlangsung lama, mulai dari kesalahan ketik sederhana hingga kelebihan angka nol.
Upaya Audit Menemukan Kelemahan Sistem
Menurut pejabat keuangan tertinggi Angkatan Darat AS, Marc Andersen, pihaknya yakin dapat mencapai target untuk menjadi bagian dari opini audit wajar tanpa pengecualian (dikenal sebagai *clean audit*) untuk keseluruhan departemen pada tahun 2028. Sejak tahun 2018, Pentagon telah menjalani audit tahunan yang diamanatkan oleh kongres, namun gagal lolos dalam delapan kali percobaan berturut-turut, yang menyoroti kelemahan dalam sistem pelacakan aset, properti, dan personel.
Salah satu tantangan utama adalah fragmentasi sistem. Pada tahun 2019, Angkatan Darat saja mengoperasikan lebih dari 1.300 sistem bisnis terpisah, yang kini telah dipangkas menjadi sekitar 200. Sebuah sistem teknologi baru yang diluncurkan pada bulan Juni, bernama Army Fiscal Frontline, kini memungkinkan pejabat untuk melihat seluruh data pengeluaran dalam satu platform terpusat, yang digambarkan Andersen sebagai "satu panel kaca tunggal".
Kesalahan Entri Data Mendasar Terungkap
Konsolidasi data ke dalam sistem baru ini dengan cepat menyoroti masalah yang sebelumnya tersembunyi. Natasha Anderson, direktur operasi dan akuntansi keuangan Angkatan Darat, memberikan beberapa contoh konkret:
Ad- Inventaris Kendaraan yang Terlalu Banyak: Terjadi ketidakcocokan antara sistem pelacakan properti dan sistem pelacakan pemeliharaan. Personel yang secara manual memasukkan nomor seri kendaraan terkadang mengetik huruf "O" sebagai ganti angka "0". Hal ini menyebabkan sistem pemeliharaan mencatatnya sebagai aset baru, bukan aset yang sudah ada, sehingga secara keliru menggandakan jumlah truk dan kendaraan lain dalam catatan inventaris.
- Kesalahan Angka Nol pada Properti: Catatan properti, yang penting untuk penganggaran pemeliharaan fasilitas seperti barak dan rumah sakit, ditemukan mengandung banyak kesalahan. Kesalahan entri data sederhana, seperti menambahkan angka nol ekstra pada data luas persegi atau utilitas, telah menyebabkan data yang tidak akurat. Anderson menekankan bahwa perbaikan kesalahan ini sangat penting karena data properti yang usang secara langsung memengaruhi alokasi dana untuk perbaikan atau konstruksi baru.
Konteks dan Langkah ke Depan
Kegagalan audit yang berulang telah menunjukkan ketidakmampuan Pentagon untuk melacak dana pemerintah secara akurat dari alokasi hingga pembelanjaan. Sistem baru seperti Army Fiscal Frontline memberikan pandangan *real-time* hingga ke tingkat transaksi, memungkinkan semua tingkatan—dari unit di lapangan hingga pimpinan di Pentagon—untuk melihat data yang sama dan konsisten.
Dengan data yang terkonsolidasi, para pejabat juga dapat mengidentifikasi inventaris yang tercatat di pembukuan padahal sebenarnya sudah digunakan. Ke depan, Anderson menyatakan bahwa tujuan yang lebih ambisius adalah memanfaatkan pembelajaran mesin (machine learning) untuk secara proaktif menandai kesalahan data yang berulang, seperti kesalahan 'O' dan '0', sebelum kesalahan tersebut mendistorsi catatan keuangan, bukan hanya memperbaikinya setelah terjadi.