Story
FTSE 100 Melemah Seiring Lonjakan Harga Minyak Akibat Tensi di Selat Hormuz

Summary
Indeks acuan saham Inggris berbalik ke zona negatif karena investor merespons eskalasi ketegangan AS-Iran, yang mendorong harga minyak mentah naik tajam di tengah kekhawatiran pasokan.
Indeks FTSE 100 di London tergelincir ke wilayah negatif pada perdagangan hari Senin, berbalik arah dari kenaikan awal sesi. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan selera risiko investor dan menyebabkan lonjakan harga minyak global.
Eskalasi di Selat Hormuz
Sentimen pasar memburuk setelah militer AS dilaporkan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Menurut kantor berita Iran, Fars dan Tasnim, serangan tersebut menewaskan dua orang di dekat Abadan. Situasi semakin memanas setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa AS harus mengambil kendali langsung atas Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang vital.
Pernyataan ini muncul di tengah serangkaian insiden, termasuk klaim Garda Revolusi Iran yang melakukan serangan balasan di Bahrain dan Oman. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa Iran tidak mengontrol Selat Hormuz, membantah klaim Teheran sebelumnya. Eskalasi ini mengikuti serangan AS selama beberapa hari terhadap sekitar 140 target Iran, sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal kontainer.
Dampak Terhadap Pasar Finansial
Ketidakpastian di Timur Tengah secara langsung berdampak pada berbagai kelas aset. Investor beralih dari aset berisiko, yang menekan pasar saham Inggris, sementara harga komoditas energi melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan.
Ad- Indeks Saham: FTSE 100 ditutup turun 0,10%. Sebaliknya, indeks Eropa lainnya seperti DAX Jerman dan CAC 40 Prancis berhasil membukukan kenaikan tipis.
- Harga Minyak: Minyak mentah Brent melonjak 3,6% menjadi $78,72 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,4% ke level $73,87 per barel.
- Mata Uang: Poundsterling Inggris melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan GBP/USD turun 0,10% ke level 1,3394.
Konteks dan Prospek
Lonjakan harga minyak mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi yang diperhitungkan oleh pasar akibat potensi gangguan serius pada pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia melewati jalur perairan strategis ini.
Sementara itu, upaya diplomatik dilaporkan terus berlanjut di Oman, meskipun kementerian luar negeri Iran pada hari Minggu menyatakan bahwa serangan AS telah membuat diplomasi menjadi "sia-sia". Para pelaku pasar akan terus memantau dengan cermat setiap perkembangan di kawasan tersebut, karena eskalasi lebih lanjut dapat memicu volatilitas yang lebih besar di pasar energi dan ekuitas global.