Story

UBS: Logam Industri, Pertanian, dan Emas Tawarkan Peluang di Luar Energi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 27, 20262 min read
UBS: Logam Industri, Pertanian, dan Emas Tawarkan Peluang di Luar Energi

Summary

Menurut laporan terbaru UBS, investor sebaiknya melihat lebih dari sekadar sektor energi untuk peluang komoditas, karena logam industri, produk pertanian, dan emas menawarkan potensi imbal hasil yang kuat dan lindung nilai inflasi.

Text size
Background

Laporan terbaru dari UBS yang dirilis pada hari Kamis menyoroti bahwa nilai investasi pada komoditas jauh melampaui sektor energi. Bank investasi tersebut mengidentifikasi logam industri, produk pertanian, dan emas sebagai area dengan potensi imbal hasil yang signifikan serta dapat berfungsi sebagai lindung nilai yang efektif terhadap risiko inflasi.

Peluang di Luar Energi

"Meskipun perubahan berkelanjutan dalam situasi di Timur Tengah masih memengaruhi pasar minyak dan produk olahannya, kami berpendapat bahwa nilai alokasi komoditas secara luas sebagai sumber imbal hasil dan lindung nilai inflasi telah jauh melampaui sektor energi itu sendiri," tulis para ahli strategi UBS dalam laporannya.

UBS mencatat bahwa sejak tahun 1999, komoditas memiliki koefisien korelasi sebesar 0,44 dengan saham global. Angka ini menunjukkan adanya manfaat diversifikasi risiko yang cukup baik bagi portofolio investor.

Prospek Beragam Sektor Komoditas

Di luar energi, UBS melihat tren jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan elektrifikasi akan memberikan dukungan kuat untuk logam industri, terutama tembaga.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sementara itu, meskipun prospek jangka pendek emas menghadapi beberapa tantangan, permintaan berkelanjutan dari bank sentral dan tren diversifikasi cadangan devisa diperkirakan akan terus menopang harga logam mulia ini.

Di sektor pertanian, data perkiraan menunjukkan probabilitas sekitar 80% bahwa fenomena El Niño saat ini akan berkembang menjadi peristiwa yang kuat atau "sangat kuat" pada akhir tahun. Peluang fenomena ini berlanjut hingga tahun depan bahkan lebih tinggi, mencapai 97%. Kondisi ini telah memicu kenaikan harga, di mana pada 26 Agustus, harga gandum melonjak 6,6% dan jagung naik 2,7%, keduanya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

Pasar energi sendiri tetap bergejolak, dengan harga minyak mentah Brent berada di sekitar $87 per barel dan harga gas alam Eropa mendekati level tertinggi tiga tahun di tengah ketidakpastian geopolitik.

Rekomendasi Strategi

Berdasarkan analisis ini, UBS merekomendasikan investor untuk mengadopsi strategi alokasi yang terdiversifikasi pada berbagai komoditas. Bank tersebut menyarankan pendekatan yang menggabungkan penyeimbangan kembali (rebalancing) portofolio secara berkala dan manajemen yang aktif untuk menangkap peluang di berbagai sektor.

Back to latest news

LATEST