Story

Trump Ancam Serang Situs Nuklir Bawah Tanah Iran 'Pickaxe Mountain'

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Trump Ancam Serang Situs Nuklir Bawah Tanah Iran 'Pickaxe Mountain'

Summary

Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran yang dijaga ketat, meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan berpotensi memicu volatilitas harga minyak.

Text size
Background

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin meningkatkan retorika terhadap Iran, dengan menyatakan bahwa AS akan menyerang "Pickaxe Mountain," sebuah situs yang diyakini terkait dengan program nuklir Teheran. Ancaman ini, yang disampaikan di tengah meningkatnya konfrontasi militer, berisiko mengguncang pasar energi global.

Ancaman Terhadap Fasilitas Vital

Dalam sebuah wawancara di "Hugh Hewitt Show," Trump secara eksplisit menargetkan situs yang dijaga ketat tersebut. "Kami akan menghancurkan Pickaxe Mountain. Beri tahu orang-orang Iran untuk bersiap," kata Trump, menurut laporan Reuters pada 13 Juli.

Pickaxe Mountain, yang terletak di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, merupakan lokasi yang sangat dibentengi. Para ahli menilai situs ini menampung dua kompleks terowongan yang terkubur sangat dalam, yang kemungkinan berada di luar jangkauan bom penembus bungker (bunker buster) terkuat dalam persenjataan AS.

Eskalasi Ketegangan di Teluk

Komentar Trump muncul setelah serangkaian eskalasi antara kedua negara, termasuk saling serang rudal dan drone. Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk dan akan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka—dengan imbalan biaya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

"Kami akan memukul mereka dengan sangat keras malam ini dan kami akan memukul mereka dengan keras besok. Dan tidak ada yang bisa mereka lakukan tentang itu," tambah Trump dalam wawancara tersebut, menggarisbawahi sikap agresif pemerintahannya.

Implikasi bagi Pasar Minyak

Peningkatan ketegangan yang signifikan ini berpotensi besar berdampak pada pasar komoditas, terutama minyak mentah. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital bagi sebagian besar pasokan minyak global. Setiap ancaman konflik militer langsung di wilayah tersebut dapat menyebabkan lonjakan premi risiko geopolitik pada harga minyak.

Investor dan pelaku pasar akan memantau dengan cermat setiap perkembangan lebih lanjut. Realisasi dari ancaman semacam ini dapat mengganggu pasokan secara signifikan dan memicu volatilitas ekstrem di pasar energi, mengingat status Iran sebagai salah satu produsen minyak utama.

Back to latest news

LATEST