Story
Imbal Hasil Treasury AS Stabil Setelah Data Inflasi Produsen Lebih Rendah dari Perkiraan

Imbal hasil Treasury AS bergerak dalam rentang sempit pada hari Kamis, menunjukkan reaksi pasar yang terbatas setelah rilis data inflasi produsen bulan Juli yang lebih rendah dari ekspektasi. Laporan ini memberikan bukti baru bahwa tekanan inflasi mereda, tetapi tidak cukup untuk memicu pergerakan signifikan di pasar pendapatan tetap.
Detail Data Inflasi Produsen
Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Produsen (IHP) untuk permintaan akhir tidak berubah atau naik 0,0% secara bulanan di bulan Juli, lebih rendah dari konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%. Secara tahunan, inflasi grosir melambat menjadi 4,7%, juga di bawah ekspektasi 4,9%.
Namun, laporan tersebut menunjukkan gambaran yang beragam. Data intinya, yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil, menunjukkan beberapa tekanan harga yang persisten.
- IHP Inti (bulanan): Naik 0,2%, sedikit di bawah perkiraan 0,3%.
- IHP Inti (tahunan): Naik 4,2%, sedikit di atas ekspektasi 4,1%.
Angka IHP inti tahunan yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan ini mengindikasikan bahwa tekanan harga yang mendasari di tingkat grosir masih bersifat lengket.
Reaksi Pasar Obligasi
AdReaksi di pasar obligasi pemerintah cenderung datar karena para pedagang mencerna laporan IHP yang kompleks. Imbal hasil Treasury 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter naik tipis kurang dari 1 basis poin menjadi 4,182%. Sementara itu, imbal hasil acuan Treasury 10-tahun turun tipis kurang dari 1 basis poin ke level 4,657%.
Di sisi lain, imbal hasil Treasury 30-tahun naik sekitar 1,4 basis poin menjadi 5,236%. Hal ini mencerminkan sedikit penajaman kurva imbal hasil di bagian jangka panjang, yang kemungkinan dipengaruhi oleh risiko yang sedang berlangsung di pasar energi.
Implikasi untuk The Fed dan Prospek Pasar
Data IHP yang lemah ini, menyusul laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sesuai ekspektasi dan data non-farm payrolls yang lebih lunak, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki cukup alasan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan September mendatang. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September, menurut harga pasar uang, telah turun menjadi sekitar 40% dari level hampir 67% pada minggu sebelumnya.
Meski demikian, reli di pasar obligasi tertahan oleh harga minyak mentah yang tetap tinggi di tengah ketidakpastian pengiriman di Selat Hormuz. Investor tetap berhati-hati untuk membuat taruhan besar pada penurunan imbal hasil lebih lanjut sebelum risiko biaya bahan baku mereda. Kini, fokus pasar beralih ke data penjualan ritel AS yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mengukur ketahanan permintaan konsumen.