Story
Tencent Luncurkan Platform Terbuka WorkBuddy, Gandeng 100+ Mitra untuk Bangun Ekosistem AI

Tencent secara resmi meluncurkan platform terbuka untuk produk perkantoran AI-nya, WorkBuddy, dengan mengintegrasikan lebih dari 100 mitra ekosistem pada tahap awal. Langkah ini bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem yang komprehensif dengan membuka kemampuan *Agent* AI dasarnya bagi produsen perangkat keras pintar, pengembang aplikasi industri, dan para developer.
Ambisi Ekosistem Terbuka
Dalam acara peluncuran, Tencent memamerkan 9 perangkat keras pintar hasil kolaborasi dengan berbagai merek, termasuk Plaud, Rokid, Insta360, iFlytek, dan Anker. Selain itu, lebih dari 30 aplikasi industri dari mitra seperti Fanruan, Beisen, dan Yunzhangfang juga telah terhubung ke dalam platform.
Melalui ekosistem ini, Tencent berambisi mengubah perangkat seperti kacamata pintar, mikrofon, atau kartu perekam menjadi pintu masuk (*entry point*) bagi pengguna untuk memulai tugas-tugas berbasis AI. "Agent AI harus mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan produktivitas di skenario nyata, dan itu tidak bisa kami lakukan sendiri," ujar Lin Zorro, Kepala Ekosistem Terbuka WorkBuddy, yang menekankan pentingnya peran mitra dalam menyediakan data, pengetahuan industri, dan alur bisnis yang spesifik.
Peran Mitra dan Model Bisnis yang Belum Jelas
Dalam model kerja sama saat ini, produsen perangkat keras berperan sebagai penyedia "mata" dan "telinga" untuk sistem, bertugas menangkap suara dan gambar. Sementara itu, WorkBuddy bertindak sebagai "otak" yang memahami instruksi, merencanakan langkah, dan mengeksekusi tugas di berbagai perangkat.
Meski demikian, model komersial dan pembagian keuntungan dari ekosistem ini masih dalam tahap awal dan belum memiliki standar yang baku. Beberapa poin utama yang muncul adalah:
Ad- Sisi Perangkat Keras: Modelnya relatif jelas. Produsen seperti Ulanzi menyatakan bahwa mereka "hanya mencari keuntungan dari penjualan perangkat keras" dan tidak akan mengambil bagian dari pendapatan langganan WorkBuddy.
- Sisi Perangkat Lunak: Banyak mitra aplikasi, seperti Beisen dan Fanruan, menyatakan bahwa diskusi mengenai pembagian pendapatan masih terlalu dini. Fokus saat ini adalah pada edukasi pasar dan validasi nilai tambah dari integrasi ini.
- Potensi Model Baru: Wang Qian, COO Yunzhangfang, mengusulkan model berbasis hasil (*pay-per-result*). Alih-alih membayar langganan tahunan, pengguna bisa membayar berdasarkan jumlah tugas yang diselesaikan, yang diukur melalui konsumsi *token* atau *skill*.
Tencent sendiri menyatakan sedang memprioritaskan pengembangan alat bantu bisnis untuk para mitranya. Terkait biaya pemanggilan model AI, pengguna akan membayarnya langsung sesuai pemakaian (*pay-as-you-go*).
Konteks Persaingan Pasar AI Perkantoran
Langkah strategis Tencent ini dilakukan di tengah persaingan yang semakin memanas di sektor AI perkantoran di Tiongkok. Raksasa teknologi lain seperti ByteDance (dengan Doubao), Alibaba (dengan Qianwen Office), dan Baidu juga tengah mengonsolidasikan produk-produk *agent* AI mereka.
Menurut data dari iResearch, WorkBuddy memimpin pasar dari segi volume kunjungan di platform PC pada bulan Juni, mencapai sekitar 20,97 juta kunjungan. Dengan fokus pada ekosistem perangkat keras dan aplikasi industri, Tencent berupaya mengamankan posisinya dalam perebutan dominasi di era perkantoran cerdas. Namun, keberhasilan jangka panjang dari ekosistem ini akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua mitranya.