Story

Bursa AS Cetak Rekor, Namun Saham SpaceX dan AMD Tertekan Kekhawatiran Valuasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20262 min read
Bursa AS Cetak Rekor, Namun Saham SpaceX dan AMD Tertekan Kekhawatiran Valuasi

Summary

Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencapai rekor tertinggi baru didorong oleh musim laporan keuangan yang kuat, namun saham teknologi seperti SpaceX dan AMD justru terkoreksi karena investor mencermati tingginya belanja modal dan valuasi.

Text size
Background

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average melonjak ke rekor tertinggi baru pada hari Selasa, didukung oleh musim laporan keuangan yang secara umum kuat dan penurunan harga minyak. Namun, sentimen positif ini tidak merata, karena saham-saham teknologi terkemuka seperti SpaceX dan AMD justru melemah meskipun melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi.

Reaksi Beragam di Sektor Teknologi

Reaksi pasar terhadap laporan keuangan perdana SpaceX kurang baik meskipun perusahaan berhasil melampaui ekspektasi pendapatan. Menurut laporan Reuters, investor lebih fokus pada kekhawatiran atas meningkatnya belanja modal (capex) untuk kecerdasan buatan (AI), pembakaran kas (*cash burn*), dan potensi tekanan jual dari berakhirnya periode penguncian saham pasca-IPO.

Demikian pula, produsen cip AMD mengalami penurunan saham meskipun hasil kinerjanya melampaui perkiraan. Dengan valuasi yang sangat tinggi, di mana rasio harga terhadap pendapatan ke depan (forward P/E) mencapai 43 kali, bar untuk mengesankan Wall Street menjadi sangat tinggi. Sebagai perbandingan, rasio P/E untuk sektor cip AS secara keseluruhan adalah 25 kali.

Kondisi ini kontras dengan saham teknologi lainnya seperti Palantir yang meroket hampir 30% dan saham unggulan Dow, Caterpillar, yang juga melonjak setelah merilis laporan keuangan yang solid. Secara keseluruhan, musim pelaporan kinerja sejauh ini dinilai luar biasa kuat.

Faktor Makroekonomi Pengaruhi Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan di Wall Street sebagian didukung oleh penurunan harga minyak mentah Brent, yang sempat anjlok di bawah $80 per barel. Namun, harga kembali naik tipis pada hari Rabu setelah kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang sebuah tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Di pasar obligasi, penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan pada imbal hasil Treasury. Meskipun demikian, Kepala The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, pada hari Selasa menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu memperketat kebijakan lebih lanjut untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Fokus pada Data Ekonomi dan Kebijakan Fiskal

Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data pasar tenaga kerja AS yang akan datang, termasuk laporan penggajian sektor swasta ADP untuk bulan Juli. Data sebelumnya menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan pada bulan Juni turun, tetapi perekrutan justru meningkat.

Dari sisi fiskal, pasar menantikan rincian lelang obligasi kuartalan (*quarterly refunding*) dari Departemen Keuangan AS. Situasi fiskal AS juga mendapat sorotan setelah laporan menyebutkan pemerintah telah membayar hingga $100 miliar dalam bentuk rabat tarif setelah Mahkamah Agung membatalkan banyak bea masuk yang diberlakukan sebelumnya.

Back to latest news

LATEST