Story
Saham SpaceX Senilai $123 Miliar Siap Masuk Pasar Seiring Berakhirnya Periode Lock-up

Summary
Sejumlah besar saham SpaceX senilai sekitar $123 miliar akan dilepas dari periode lock-up IPO pada awal Agustus 2026, menciptakan potensi tekanan jual yang signifikan bagi saham yang sudah diperdagangkan di bawah harga penawaran perdananya.
Sejumlah besar saham SpaceX (SPCX) senilai sekitar $123 miliar dijadwalkan akan bebas dari periode penguncian (lock-up) pasca-IPO pada awal Agustus 2026. Peristiwa ini berpotensi menciptakan tekanan jual yang masif di pasar, terutama karena saham perusahaan antariksa ini telah diperdagangkan di bawah harga penawaran perdananya.
Rincian Berakhirnya Periode Lock-up
Menurut laporan dari Investing.com, terdapat dua gelombang saham yang perlu diperhatikan oleh investor, yang keduanya dipicu oleh laporan keuangan kuartalan perdana perusahaan yang diperkirakan rilis pada awal Agustus 2026.
- Gelombang Pertama (Tanpa Syarat): Sebanyak 911,5 juta saham dengan nilai estimasi $123 miliar akan dapat diperdagangkan dua hari setelah rilis laporan keuangan. Pelepasan saham ini tidak bergantung pada kinerja harga saham.
- Gelombang Kedua (Bersyarat): Sebanyak 455,8 juta saham senilai sekitar $62 miliar akan dilepas jika harga saham mampu bertahan di atas $175,50 selama lima dari sepuluh hari perdagangan berturut-turut menjelang tanggal laporan keuangan.
Saat ini, saham SpaceX diperdagangkan di sekitar $134,91 (per 16 Juli), jauh di bawah ambang batas $175,50, sehingga pelepasan gelombang kedua dinilai kecil kemungkinannya untuk terjadi dalam waktu dekat.
Implikasi dan Risiko Pasar
AdUkuran pelepasan saham gelombang pertama ini sangat signifikan. Nilai $123 miliar tersebut 64% lebih besar dari total dana yang dihimpun SpaceX saat IPO ($75 miliar) dan sekitar 68 kali lipat dari nilai pelepasan lock-up pada umumnya untuk perusahaan berkapitalisasi besar.
Bagi investor, berakhirnya periode *lock-up* adalah momen krusial karena memungkinkan investor awal dan karyawan untuk menjual saham mereka di pasar terbuka untuk pertama kalinya. Potensi masuknya pasokan saham dalam jumlah besar ini dapat melebihi permintaan beli dan menekan harga saham lebih lanjut.
Skenario ke Depan
Analis pasar melihat dua skenario utama yang mungkin terjadi.
- Skenario Bearish: Fakta bahwa saham telah jatuh di bawah harga IPO sebesar $135 sebelum periode *lock-up* berakhir secara historis dianggap sebagai pertanda negatif. Investor awal yang telah memegang saham dengan valuasi pra-IPO yang jauh lebih rendah memiliki insentif kuat untuk merealisasikan keuntungan, yang dapat membanjiri pasar.
- Skenario Bullish: Tidak semua pemegang saham akan menjual. Investor jangka panjang, termasuk Elon Musk, kemungkinan besar akan mempertahankan posisi mereka. Selain itu, data historis dari Reuters menunjukkan bahwa saham yang berkinerja buruk pasca-IPO masih memiliki median kenaikan sebesar 61%. Laporan keuangan yang positif dapat menjadi katalis yang mengubah narasi pasar sebelum jendela penjualan terbuka.