Story

Saham SoftBank Anjlok, Tertekan Penurunan Peringkat Arm Holdings dan Visi AI yang Diragukan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Saham SoftBank Anjlok, Tertekan Penurunan Peringkat Arm Holdings dan Visi AI yang Diragukan

Summary

Saham SoftBank Group Corp. merosot tajam setelah unit utamanya, Arm Holdings, mengalami penurunan peringkat dari HSBC. Skeptisisme pasar terhadap visi AI CEO Masayoshi Son dan penundaan IPO OpenAI turut menambah tekanan jual.

Text size
Background

Saham SoftBank Group Corp. (9984) anjlok 3,2% menjadi ¥6.367 pada perdagangan hari Rabu, menyusul pelemahan tajam yang dialami unit usahanya, Arm Holdings, di bursa AS. Penurunan ini dipicu oleh revisi peringkat saham Arm oleh HSBC dan skeptisisme investor terhadap proyeksi ambisius CEO SoftBank.

Penurunan Peringkat Arm Jadi Pemicu Utama

Saham Arm Holdings, yang dianggap sebagai aset unggulan dalam portofolio SoftBank, merosot hampir 6% dalam perdagangan di AS pada hari Selasa. Pelemahan ini terjadi setelah HSBC menurunkan peringkat saham desainer cip tersebut menjadi Hold dari sebelumnya Buy.

Menurut analisis HSBC, sebagian besar potensi pertumbuhan Arm yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) telah terefleksi dalam harga sahamnya saat ini. Hal ini menyisakan sedikit ruang untuk kenaikan signifikan lebih lanjut. Meskipun HSBC tetap positif terhadap prospek jangka panjang Arm, mereka melihat potensi kenaikan jangka pendek terbatas karena kendala kapasitas produksi di produsen cip kontrak utama, TSMC, yang pada gilirannya membatasi pengiriman CPU server AI dari Arm.

Visi AI Diragukan Pasar

Tekanan jual terhadap saham SoftBank juga diperparah oleh respons pasar yang skeptis terhadap pernyataan CEO Masayoshi Son dalam acara SoftBank World 2026. Son memproyeksikan bahwa infrastruktur AI global akan membutuhkan investasi tahunan sebesar $5 triliun pada tahun 2040 dan pendapatan dari AI akan mencapai 20% dari PDB global pada tahun yang sama.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Investor merespons pernyataan ini dengan aksi ambil untung. Pasar menilai Son tidak memberikan metodologi yang jelas di balik angka-angka fantastis tersebut, dan visinya tidak menjawab tekanan monetisasi yang lebih mendesak yang dihadapi perusahaan saat ini.

Sentimen Negatif dari Penundaan IPO OpenAI

Faktor lain yang membayangi adalah ketidakpastian seputar jadwal penawaran umum perdana (IPO) OpenAI. SoftBank diketahui memiliki investasi kumulatif di OpenAI yang diperkirakan akan melebihi $60 miliar pada akhir tahun 2026, dan pasar telah mengantisipasi adanya likuiditas dari IPO dalam waktu dekat.

Dengan IPO OpenAI yang kini diperkirakan akan mundur hingga tahun 2027, garis waktu monetisasi investasi tersebut menjadi lebih panjang. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai posisi likuiditas SoftBank dan kemampuannya untuk mendaur ulang modal ke investasi lainnya.

Back to latest news

LATEST