Story

HSBC: Penutupan Pipa Minyak Arab Saudi Picu Risiko Defisit Pasokan 6 Juta Barel per Hari

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20262 min read
HSBC: Penutupan Pipa Minyak Arab Saudi Picu Risiko Defisit Pasokan 6 Juta Barel per Hari

Summary

HSBC memperingatkan bahwa penutupan pipa minyak utama Arab Saudi untuk perbaikan dapat menciptakan defisit pasokan global sementara sekitar 6 juta barel per hari, meningkatkan risiko kenaikan harga minyak Brent menuju $120 per barel.

Text size
Background

Harga minyak menguat setelah muncul laporan bahwa Pipa Minyak Timur-Barat Arab Saudi, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Merah, akan ditutup selama tiga hingga lima minggu untuk perbaikan menyusul serangan pekan lalu. Menurut analisis HSBC, gangguan ini merupakan guncangan pasokan yang signifikan dan tak terduga bagi pasar energi global.

Guncangan Pasokan Tak Terduga

Analis HSBC yang dipimpin oleh Kim Fustier menyebut penutupan pipa ini sebagai "guncangan negatif tak terduga" yang berada di luar skenario dasar mereka. Sebelumnya, bank tersebut berasumsi bahwa infrastruktur pipa alternatif, termasuk jalur Timur-Barat Arab Saudi, akan terus berfungsi sebagai penyangga untuk menyerap guncangan pasokan akibat gangguan di Selat Hormuz.

Sebelum insiden ini, ekspor minyak Arab Saudi telah banyak dialihkan ke pantai barat karena ancaman Houthi. Volume ekspor dari sana telah turun dari 4–4,5 juta barel per hari (bph) menjadi 3 juta bph pada bulan Agustus. Gangguan pada volume sebesar ini selama sebulan berarti potensi kehilangan pasokan mencapai 90 juta barel.

Potensi Defisit 6 Juta Barel per Hari

HSBC memperkirakan bahwa selama periode penutupan pipa dari pertengahan September hingga pertengahan Oktober, pasar minyak global dapat menghadapi defisit pasokan sementara sekitar 6 juta barel per hari. Tim analis tersebut menggambarkannya sebagai "defisit pasokan implisit terbesar sejak konflik dimulai."

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa stok minyak global secara kumulatif telah berkurang lebih dari 500 juta barel sejak Februari. Bahkan sebelum kerusakan pipa, kondisi logistik di pantai barat Arab Saudi, khususnya di pelabuhan Yanbu, terus memburuk sejak Houthi mengumumkan blokade pada 20 Juli, yang memaksa pengalihan ekspor ke utara melalui Terusan Suez dan pipa SUMED.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Risiko Harga dan Dampak Pasar

Gangguan pasokan ini meningkatkan risiko kenaikan (upside risk) terhadap proyeksi harga dasar HSBC. Bank tersebut menyatakan bahwa probabilitas skenario "jalan buntu" (stalemate) yang lebih pesimistis kini meningkat, di mana harga minyak mentah Brent berpotensi naik hingga $120 per barel.

HSBC juga menyoroti dampaknya pada pasar produk olahan. Berbeda dengan pandangan pemerintah AS yang menyalahkan serangan Ukraina terhadap kilang Rusia sebagai pendorong utama harga solar yang tinggi, analis HSBC berpendapat bahwa "guncangan dari Timur Tengah adalah pendorong utama pasar penyulingan yang ketat saat ini." Mereka menunjuk pada penurunan muatan produk olahan sebesar 3,4 juta bph dari Teluk Persia.

Investor dan pelaku pasar disarankan untuk memantau beberapa indikator utama, termasuk:

  • Kemungkinan pembukaan kembali sebagian pipa lebih awal.
  • Dinamika pemuatan kargo di pelabuhan Yanbu.
  • Laju penarikan stok minyak global.
Back to latest news

LATEST