Story

Oracle Buktikan Permintaan AI, Investor Kini Fokus pada Arus Kas dan Belanja Modal

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Oracle Buktikan Permintaan AI, Investor Kini Fokus pada Arus Kas dan Belanja Modal
Text size
Background

Oracle (NYSE: ORCL) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama fiskal 2027 yang melampaui estimasi analis, didorong oleh permintaan masif untuk layanan kecerdasan buatan (AI) yang mendorong pendapatan infrastruktur cloud-nya. Meskipun pertumbuhan ini menjawab keraguan pasar mengenai permintaan AI, investor kini mengalihkan fokus pada tantangan perusahaan untuk mengubah backlog kontrak yang besar menjadi arus kas positif di tengah belanja modal yang tinggi.

Kinerja Keuangan Lampaui Prediksi

Oracle membukukan pendapatan kuartal pertama sebesar $19,30 miliar dengan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar $1,92. Angka ini melampaui konsensus pasar yang memperkirakan pendapatan $19,13 miliar dan EPS $1,73, menurut data Investing.com.

Faktor pendorong utama adalah divisi Oracle Cloud Infrastructure (OCI) yang kinerjanya meroket:

  • Pendapatan infrastruktur cloud (OCI) melonjak 121% menjadi $7,4 miliar.
  • Perusahaan berhasil mengamankan lebih dari $30 miliar kontrak AI baru.
  • Sisa kewajiban kinerja atau *backlog* kontrak (RPO) mencapai rekor $664 miliar, meningkat $26 miliar dari kuartal sebelumnya.

Kinerja ini secara tegas menunjukkan bahwa permintaan AI bukan sekadar spekulasi, melainkan telah terwujud dalam bentuk kontrak nyata dari pelanggan.

Tantangan Arus Kas dan Belanja Modal

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di balik pertumbuhan pendapatan yang kuat, tantangan finansial Oracle menjadi sorotan utama. Perusahaan mempertahankan panduan belanja modal (CapEx) untuk tahun fiskal 2027 di angka $90 miliar–$95 miliar. Meskipun arus kas operasi mencatatkan rekor $23 miliar, arus kas bebas (free cash flow) justru tercatat negatif sebesar $5 miliar.

Manajemen menyatakan bahwa sekitar setengah dari RPO diharapkan dapat dikonversi menjadi pendapatan dalam 36 bulan ke depan. Namun, RPO bukanlah kas tunai. Investor masih menanti bukti bahwa setiap investasi pusat data baru dapat menghasilkan pengembalian kas yang menarik, terutama karena manajemen belum memberikan tanggal pasti kapan arus kas bebas akan kembali positif.

Prospek dan Katalis Berikutnya

Manajemen Oracle mengakui bahwa margin kotor kemungkinan akan berada di bawah tekanan selama tahun fiskal 2027 akibat biaya ekspansi pusat data. Namun, mereka menekankan bahwa margin operasi, yang bertahan di sekitar 42%, adalah metrik profitabilitas yang lebih penting untuk dipantau.

Pasar akan mencermati beberapa katalis penting dalam beberapa bulan mendatang untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut. Acara Investor Day pada bulan Oktober diharapkan dapat memberikan rincian mengenai rencana CapEx jangka panjang dan jalur menuju arus kas bebas positif. Selain itu, laporan keuangan kuartal kedua yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026 akan menjadi pembuktian berikutnya bagi Oracle untuk menunjukkan bahwa permintaan yang kuat dapat diubah menjadi profitabilitas yang berkelanjutan.

Back to latest news

LATEST