Story
Nestlé vs. Unilever: Valuasi Unilever Lebih Menarik, Namun Kinerja Nestlé Unggul Setahun Terakhir

Berdasarkan analisis terbaru, Unilever saat ini menawarkan valuasi yang lebih baik dibandingkan Nestlé, namun Nestlé telah menunjukkan kinerja saham yang jauh lebih unggul selama setahun terakhir. Kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan bagi investor mengenai kelanjutan strategi *pair trade* antara kedua raksasa barang konsumsi tersebut.
Perbandingan Valuasi
Data per 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa Unilever memiliki valuasi yang lebih menarik dari sisi historis. Analisis dari Investing.com menyoroti beberapa metrik utama:
- Rasio P/E Trailing: Unilever diperdagangkan pada rasio 21,3x, lebih rendah dibandingkan Nestlé yang berada di 26,9x.
- Rasio P/E Forward: Kedua perusahaan memiliki valuasi ke depan yang hampir identik, dengan Unilever di 17,0x dan Nestlé di 17,2x.
- Potensi Kenaikan: Model nilai wajar mengindikasikan potensi kenaikan yang lebih besar untuk Unilever sebesar 10,8%, dibandingkan dengan Nestlé sebesar 6,6%.
Keunggulan valuasi Unilever terutama berasal dari metrik *trailing* yang lebih rendah, bukan karena proyeksi laba ke depan yang secara dramatis lebih murah dibandingkan Nestlé.
Kualitas Laba dan Kinerja Operasional
AdKedua perusahaan melaporkan pelemahan pertumbuhan pendapatan pada tahun 2025, meskipun dengan tren jangka panjang yang berbeda. Pendapatan Nestlé turun 2,0% pada 2025, namun secara keseluruhan tumbuh dari $95,88 miliar pada 2021 menjadi $113,47 miliar. Sebaliknya, pendapatan Unilever turun lebih tajam sebesar 3,8% pada 2025 dan relatif stagnan jika dibandingkan dengan tahun 2021.
Margin laba kotor kedua perusahaan telah bertemu di sekitar 46% pada tahun 2025, menghilangkan keunggulan margin historis yang sebelumnya dimiliki Nestlé. Namun, Unilever melaporkan *Return on Equity (ROE)* yang lebih tinggi sebesar 32,9% dibandingkan Nestlé sebesar 25,6%, yang mendukung valuasi Unilever meskipun hal ini juga dapat mencerminkan tingkat utang (*leverage*) yang lebih besar.
Status 'Pair Trade' dan Implikasi Investor
Selama setahun terakhir hingga 4 September 2026, saham Nestlé naik 6,8% (dalam basis USD), sementara saham Unilever turun 9,1%. Hal ini menghasilkan keunggulan kinerja sekitar 15,9 poin persentase untuk Nestlé.
Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi *pair trade*—membeli saham Nestlé sambil menjual saham Unilever—telah memberikan hasil yang substansial. Namun, dengan valuasi Unilever yang kini terlihat lebih murah, analisis menunjukkan bahwa investor perlu berhati-hati untuk melanjutkan taruhan tersebut. Fokus kini beralih pada apakah valuasi Unilever yang lebih rendah dapat membantunya menutup kesenjangan kinerja di masa mendatang.