Story

Saham Kia Anjlok 12,9% Setelah Laba Operasi Kuartal II Tak Capai Target

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20262 min read
Saham Kia Anjlok 12,9% Setelah Laba Operasi Kuartal II Tak Capai Target
Text size
Background

Saham Kia (005380) anjlok 12,9% ke level ₩130.500 dalam perdagangan hari ini setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang menunjukkan laba operasi meleset dari perkiraan pasar. Penurunan tajam ini bahkan sempat memicu mekanisme pemutus sirkuit volatilitas (volatility circuit-breaker) di bursa Korea.

Laba Meleset di Tengah Rekor Pendapatan

Menurut laporan perusahaan, laba operasi untuk kuartal kedua turun 4,9% secara tahunan (YoY) menjadi ₩2,6285 triliun. Angka ini berada jauh di bawah konsensus analis yang memperkirakan laba sekitar ₩2,8 triliun.

Kekecewaan investor atas laba ini menutupi pencapaian positif lainnya. Kia sebenarnya mencatatkan rekor pendapatan kuartalan sebesar ₩33,037 triliun, naik 12,6% YoY. Selain itu, penjualan kendaraan global juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak 851.645 unit pada kuartal tersebut.

Tekanan pada Margin Profitabilitas

Penurunan profitabilitas Kia disebabkan oleh beberapa faktor yang menekan margin. Perusahaan menghadapi tantangan biaya yang meningkat dari berbagai sisi, yang menggerus laba meskipun penjualan kuat.

Faktor-faktor utama yang menjadi penekan meliputi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Peningkatan provisi garansi penjualan, yang dampaknya diperparah oleh pelemahan nilai tukar won Korea.
  • Kenaikan biaya insentif per kendaraan untuk bersaing dengan rival kendaraan listrik (EV) dari Tiongkok. Biaya ini naik sekitar $400 di AS dan lebih dari €1.000 di Eropa.
  • Tarif impor mobil AS yang menambah beban biaya lebih lanjut.

Dalam rapat Kinerja, CFO Kim Seung-jun mengisyaratkan bahwa tekanan margin dapat berlanjut. "Akan diperlukan untuk memprioritaskan perluasan pangsa pasar bahkan dengan mengorbankan sebagian profitabilitas EV," ujarnya.

Konteks Pasar yang Lebih Luas

Koreksi tajam pada saham Kia juga diperburuk oleh sentimen pasar yang negatif. Indeks KOSPI dan KOSDAQ di Korea Selatan sama-sama turun tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan memicu penghindaran risiko (risk-off) di pasar ekuitas.

Selain itu, afiliasi induk Kia, Hyundai Motor, juga melaporkan laba kuartal kedua yang meleset dari perkiraan. Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan dari tarif dan tekanan insentif merupakan isu yang melanda seluruh sektor otomotif, bukan hanya masalah spesifik Kia.

Back to latest news

LATEST