Story
Jana Partners Desak Cooper Ganti CEO dan Jajaki Penjualan Aset Inti

Summary
Investor aktivis Jana Partners dilaporkan mendesak produsen alat medis Cooper Cos. untuk mengganti CEO-nya dan menjajaki alternatif strategis, termasuk potensi penjualan bisnis inti lensa kontaknya, menurut Wall Street Journal.
Investor aktivis Jana Partners meningkatkan tekanannya terhadap Cooper Cos., menuntut pergantian Chief Executive Albert White dan pertimbangan alternatif strategis, termasuk potensi penjualan bisnis lensa kontak utamanya. Tuntutan tersebut disampaikan dalam sebuah surat yang dikirimkan ke dewan direksi Cooper, menurut laporan Wall Street Journal yang telah meninjau surat tersebut.
Rincian Tuntutan Jana Partners
Dalam suratnya, Jana menguraikan serangkaian perubahan signifikan yang diyakini perlu dilakukan untuk mengatasi apa yang disebutnya sebagai "kinerja buruk yang kronis". Firma aktivis tersebut juga menyoroti kelemahan dalam manajemen inventaris dan belanja modal perusahaan.
Secara spesifik, Jana mendesak Cooper untuk:
- Mengganti CEO Albert White, yang telah menjabat sejak 2018.
- Menunjuk ketua dewan direksi yang baru.
- Menjalin komunikasi dengan calon pembeli potensial untuk bisnis lensa kontaknya, CooperVision.
- Mempertimbangkan penjualan aset kesuburan dan alat medisnya, yang berada di bawah CooperSurgical.
Konteks dan Kinerja Saham
AdIni bukan pertama kalinya Jana menekan Cooper. Investor aktivis tersebut telah membangun saham di perusahaan sekitar setahun yang lalu dan sebelumnya telah mendorong Cooper untuk mempertimbangkan kombinasi bisnis lensa kontaknya dengan pesaing Bausch + Lomb. Menurut laporan Journal, saham Cooper telah anjlok 28% sejak saat itu.
Cooper Cos., yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar $10 miliar pada penutupan perdagangan hari Kamis, telah melihat sahamnya turun sekitar 16% selama setahun terakhir. Kinerja ini menjadi dasar bagi desakan Jana untuk melakukan perombakan besar-besaran di produsen alat medis tersebut.
Potensi Perang Proksi
Langkah terbaru dari Jana ini dapat meningkat menjadi pertarungan perebutan kursi dewan direksi atau *proxy fight*. Menurut data FactSet yang dikutip oleh Journal, batas waktu bagi investor untuk menominasikan direktur akan ditutup pada awal Januari.
Jika Cooper tidak menanggapi tuntutan tersebut, Jana dapat mengajukan kandidat direksinya sendiri untuk dipilih oleh para pemegang saham dalam rapat umum tahunan mendatang, sebuah langkah yang akan secara langsung menantang dewan dan manajemen saat ini.