Story

Mahasiswa India Beralih ke Eropa Seiring Memudarnya 'Mimpi Amerika'

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20262 min read
Mahasiswa India Beralih ke Eropa Seiring Memudarnya 'Mimpi Amerika'

Summary

Peraturan imigrasi AS yang lebih ketat dan biaya yang lebih rendah mendorong mahasiswa India untuk memilih universitas di Eropa, sebuah tren yang dipercepat oleh kesepakatan mobilitas dalam perjanjian dagang baru antara UE dan India.

Text size
Background

Mahasiswa India semakin banyak yang beralih ke universitas-universitas Eropa, meninggalkan tradisi lama untuk menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Pergeseran ini didorong oleh kombinasi biaya yang lebih terjangkau di Eropa, peraturan imigrasi AS yang lebih ketat, dan peluang baru yang terbuka melalui perjanjian dagang Uni Eropa-India.

Pendorong Pergeseran ke Eropa

Faktor utama yang mendorong tren ini adalah biaya. Menurut konsultan pendidikan KC Overseas, biaya kuliah di Eropa 50% hingga 80% lebih rendah dibandingkan di AS, ditambah dengan biaya hidup yang juga lebih ringan. Hal ini menjadi pertimbangan signifikan bagi banyak keluarga di India.

Di sisi lain, Washington baru-baru ini memperketat durasi visa bagi mahasiswa asing sebagai bagian dari kebijakan imigrasi yang lebih luas. Sebaliknya, perjanjian dagang UE-India yang ditandatangani pada Januari lalu secara eksplisit bertujuan untuk mempermudah mobilitas mahasiswa dan pekerja terampil melalui jalur visa yang lebih mudah dan pengakuan kualifikasi yang lebih baik.

Seorang pejabat Uni Eropa, dalam pernyataan kepada Reuters, mengatakan bahwa UE telah menjadi tujuan utama bagi mahasiswa India. "Untuk pertama kalinya, blok ekonomi besar mengatakan, 'Kami menginginkan talenta India dalam skala besar'," kata Arnav Kumar, salah satu pendiri platform studi di luar negeri, Leap, yang memprediksi lonjakan arus mahasiswa dan pekerja sebesar 60% hingga 70% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Data Mengonfirmasi Tren

Data awal menunjukkan pergeseran yang nyata dalam arus pelajar global. Menurut data pemerintah India, jumlah total mahasiswa yang ke luar negeri turun dari lebih dari 908.000 pada 2023 menjadi sekitar 626.000 pada 2025, seiring mahasiswa menjadi lebih waspada terhadap aturan visa dan kenaikan biaya di destinasi populer seperti AS, Australia, dan Inggris.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sementara itu, minat terhadap Eropa meningkat pesat:

  • Konsultan Europe Study Centre melaporkan lonjakan permintaan informasi sebesar 25% hingga 30% sejak kesepakatan dagang diumumkan.
  • Di Belanda, jumlah mahasiswa India naik dari 2.630 pada 2018/19 menjadi sekitar 3.700 pada 2025/26.
  • Eindhoven University of Technology mencatat sekitar 2.140 pra-pendaftaran dari India untuk tahun ajaran mendatang, naik dari 1.390 tahun sebelumnya.
  • Universitas Leiden juga melihat peningkatan penerimaan mahasiswa India di program masternya, dari 70 pada tahun 2021 menjadi 120 pada tahun ini.

Tantangan Tetap Ada

Meskipun prospeknya cerah, para calon mahasiswa masih menghadapi tantangan di Eropa. Beberapa kendala utama termasuk hambatan bahasa, kekurangan perumahan di kota-kota besar seperti Amsterdam, dan persaingan kerja yang ketat yang menuntut keterampilan khusus.

Beberapa mahasiswa juga menyuarakan keprihatinan atas menguatnya partai-partai politik sayap kanan dan mengerasnya sikap terhadap warga asing di beberapa bagian Eropa. Keberhasilan implementasi perjanjian mobilitas UE-India akan menjadi kunci untuk menentukan apakah lonjakan minat saat ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Back to latest news

LATEST