Story
Laba IAG Meleset dari Perkiraan, Saham Anjlok Akibat Biaya Bahan Bakar

Summary
Saham International Consolidated Airlines Group (IAG) merosot tajam setelah laba operasional kuartal kedua tidak mencapai ekspektasi analis dan perusahaan memangkas proyeksi kapasitas tahunan akibat lonjakan biaya bahan bakar.
Saham International Consolidated Airlines Group (IAG) anjlok 2,6% menjadi 427,3p setelah grup maskapai tersebut melaporkan kinerja keuangan yang mengecewakan investor. Laba yang di bawah perkiraan dan revisi panduan kapasitas menjadi pendorong utama pelemahan saham ini.
Laba Kuartal Kedua di Bawah Ekspektasi
IAG melaporkan laba operasional untuk kuartal kedua sebesar €1,26 miliar, secara signifikan di bawah konsensus analis sebesar €1,37 miliar. Menurut laporan tersebut, tekanan pada margin terutama disebabkan oleh lonjakan biaya bahan bakar jet.
Pendapatan untuk kuartal tersebut hanya naik tipis 0,2% menjadi €8,88 miliar. Kenaikan harga tiket hanya mampu mengimbangi sebagian dari dampak pengurangan kapasitas, gangguan di Timur Tengah, dan perbedaan waktu libur Paskah. Akibatnya, laba operasional semester pertama sebelum pos luar biasa turun menjadi €1,76 miliar dari €1,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Proyeksi Kapasitas Dipangkas
Selain laba yang meleset, sentimen investor semakin tertekan oleh keputusan IAG untuk merevisi panduan kapasitas setahun penuh menjadi datar (flat). Langkah ini merupakan penurunan dari target pertumbuhan yang ditetapkan sebelumnya.
AdKeputusan ini mengonfirmasi bahwa tekanan biaya bahan bakar lebih persisten dari yang diperkirakan. Beberapa poin penting terkait biaya bahan bakar meliputi:
- Perkiraan tagihan bahan bakar setahun penuh mencapai sekitar €9 miliar, atau €2 miliar lebih tinggi dari asumsi sebelumnya.
- Harga bahan bakar jet di seluruh sektor penerbangan Eropa tercatat sekitar 77% lebih tinggi dari tahun ke tahun.
- Tekanan ini juga dirasakan oleh maskapai Eropa lainnya, seperti Air France-KLM dan Lufthansa, yang juga melaporkan hasil kuartalan minggu ini.
Dampak Pasar
Penurunan saham IAG terjadi di tengah kondisi pasar saham yang lebih luas justru sedang positif, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones menguat. Hal ini menggarisbawahi bahwa pelemahan saham IAG lebih didorong oleh faktor spesifik perusahaan daripada sentimen makroekonomi yang negatif.
Kombinasi dari laba yang meleset, penurunan prospek kapasitas, dan ketidakpastian biaya bahan bakar yang terus-menerus telah mendorong investor untuk menilai kembali ekspektasi pendapatan IAG dalam jangka pendek. Akibatnya, saham terdorong ke level yang jauh di bawah level tertinggi 52 minggunya di 492,9p.