Story

Sidang Huawei di AS Dimulai, Jaksa Sebut Perusahaan sebagai Organisasi Kriminal

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 9, 20262 min read
Sidang Huawei di AS Dimulai, Jaksa Sebut Perusahaan sebagai Organisasi Kriminal
Text size
Background

Sidang pidana terhadap raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, telah dimulai di pengadilan federal Brooklyn, di mana jaksa penuntut AS menggambarkan perusahaan tersebut sebagai organisasi kriminal yang secara sistematis mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun kerajaannya.

Tuduhan Pencurian dan Penipuan

Dalam pernyataan pembukaannya, Taylor Stout, seorang pengacara dari Departemen Kehakiman AS, menuduh bahwa model bisnis Huawei selama 20 tahun didasarkan pada "pencurian, kebohongan, dan penyamaran." Menurut jaksa, Huawei berkonspirasi untuk mencuri rahasia dagang dari setidaknya lima perusahaan AS guna mendapatkan keunggulan kompetitif yang tidak adil.

Jaksa merinci beberapa insiden spesifik, termasuk dugaan pencurian:

  • Kode sumber sistem operasi untuk *router* internet dari Cisco Systems.
  • Lengan robotik yang digunakan untuk menguji ponsel dari T-Mobile.

Lebih lanjut, Huawei dituduh telah menyesatkan bank-bank global mengenai bisnisnya di Iran untuk menghindari sanksi AS. Tindakan ini diduga memungkinkan perusahaan untuk memindahkan jutaan dolar melalui sistem keuangan AS dan membantu pemerintah Iran memata-matai warganya.

Pembelaan: Persaingan, Bukan Konspirasi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pihak pembela Huawei, yang dipimpin oleh pengacara Brian Heberlig, menyajikan narasi yang sangat berbeda. Heberlig berpendapat bahwa kesuksesan Huawei adalah hasil dari "persaingan, bukan konspirasi" dan "inovasi, bukan pencurian."

Tim pembela mengklaim bahwa pemerintah AS telah "memilih-milih insiden yang terisolasi" dan memutarbalikkan aktivitas bisnis yang normal agar terlihat kriminal. Menurut Heberlig, insiden pencurian yang dituduhkan adalah tindakan oknum karyawan, bukan kebijakan perusahaan, dan manajemen telah mengambil tindakan korektif setelah mengetahuinya.

Latar Belakang dan Implikasi Kasus

Kasus ini berawal dari dakwaan pada tahun 2018 yang menuduh Huawei dan Chief Financial Officer-nya, Meng Wanzhou, melakukan penipuan bank dan pelanggaran sanksi. Sejak itu, kasus ini berkembang menjadi dakwaan pemerasan (*racketeering*), yang mengindikasikan adanya pola aktivitas ilegal yang terorganisir.

Meskipun dakwaan terhadap Meng Wanzhou telah dibatalkan pada tahun 2022 sebagai bagian dari perjanjian penangguhan penuntutan, pengakuan yang ia buat diharapkan akan diajukan sebagai bukti dalam persidangan ini. Hasil dari persidangan, yang diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan, dapat memiliki implikasi signifikan terhadap operasi global Huawei dan persaingan teknologi yang lebih luas antara AS dan Tiongkok.

Back to latest news

LATEST