Story

Harga Memori HBM Diproyeksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2027 Akibat Permintaan AI

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20262 min read
Harga Memori HBM Diproyeksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2027 Akibat Permintaan AI

Summary

Harga High-Bandwidth Memory (HBM) diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027, didorong oleh permintaan kecerdasan buatan (AI) yang masif dan kendala kapasitas produksi, menurut laporan DigiTimes.

Text size
Background

Harga *High-Bandwidth Memory* (HBM) diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2027, didorong oleh kombinasi antara lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan kendala kapasitas produksi yang bersifat struktural. Proyeksi ini menandakan tekanan pasokan yang signifikan di pasar semikonduktor krusial.

Pendorong Lonjakan Harga

Menurut laporan dari DigiTimes yang mengutip sumber industri, harga HBM4 generasi berikutnya dapat melonjak hingga $4–$5 per gigabit atau lebih. Angka ini merupakan kenaikan tajam dari perkiraan harga sekitar $2 per gigabit pada paruh kedua tahun 2026.

Kenaikan harga ini mencerminkan kompleksitas manufaktur yang ekstrem dan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para raksasa teknologi yang gencar membangun infrastruktur AI. Pasokan yang terbatas dan permintaan yang tinggi menciptakan kondisi pasar yang sangat menguntungkan bagi produsen memori.

Kendala Produksi dan Kapasitas

Keterbatasan pasokan HBM diperparah oleh beberapa faktor fundamental yang membatasi kemampuan produsen untuk meningkatkan output dengan cepat:

  • Kompleksitas Manufaktur: Produksi HBM4 membutuhkan siklus empat hingga enam bulan dengan tingkat *yield* (hasil produksi yang memenuhi standar) awal yang jauh lebih rendah dibandingkan memori konvensional.
  • Konsumsi Kapasitas Wafer: Produksi HBM menghabiskan sekitar tiga kali lipat kapasitas wafer dibandingkan dengan DRAM DDR5 standar, yang secara signifikan membatasi volume total yang dapat dihasilkan dari fasilitas yang ada.
  • Kontrak Jangka Panjang: Pemain utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron telah mengunci sebagian besar pasokan global melalui perjanjian jangka panjang berdurasi tiga hingga lima tahun dengan klien AI tingkat atas.
Sample IUX Markets – In-articleAd

DigiTimes melaporkan bahwa akibat kontrak-kontrak ini, sekitar separuh dari total kapasitas DRAM dunia bisa menjadi tidak tersedia bagi pembeli yang lebih kecil pada tahun 2027.

Implikasi bagi Pasar dan Industri

Kondisi pasokan yang ketat ini diperkirakan akan menjadi katalis yang kuat bagi saham-saham di sektor memori. Permintaan yang terus-menerus, terutama didorong oleh arsitektur AI masa depan seperti Rubin dari Nvidia, terus mengakselerasi adopsi HBM4.

Selain itu, produsen memori menghadapi pertimbangan ekonomi. Dengan margin keuntungan untuk DDR5 standar yang dilaporkan telah melampaui 80% bagi beberapa pemasok, mereka menuntut harga premium untuk HBM guna membenarkan pengalihan lini produksi dari DRAM konvensional yang sangat menguntungkan.

Sumber dari rantai pasokan yang dikutip DigiTimes mengindikasikan bahwa perangkat keras AI akan tetap kekurangan pasokan hingga 2027. Hal ini memberikan pemasok daya tawar harga yang absolut dalam negosiasi kontrak, sementara perusahaan elektronik konsumen yang tidak memiliki kontrak jangka panjang berisiko menghadapi kekurangan pasokan yang parah.

Back to latest news

LATEST