Story
Grab Hadapi Penyelidikan Regulator di Vietnam di Tengah Rencana Mogok Mitra Pengemudi

Grab Holdings Ltd. (NASDAQ: GRAB) sedang menghadapi penyelidikan dari regulator persaingan usaha Vietnam terkait kebijakan penetapan harga, biaya, dan komisinya. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan rencana aksi mogok oleh para mitra pengemudi yang memprotes penurunan pendapatan mereka.
Penyelidikan Regulator
Komisi Persaingan Nasional Vietnam, yang berada di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, telah meminta Grab untuk menyerahkan informasi dan dokumen pada hari Jumat lalu. Menurut pernyataan di situs web resmi komisi tersebut, permintaan ini mencakup rincian tentang bagaimana Grab menetapkan tarif penumpang, persentase komisi, serta berbagai biaya dan potongan yang berlaku untuk mitra pengemudi.
Langkah ini tidak hanya menargetkan Grab. Regulator dilaporkan juga telah mengirimkan permintaan serupa kepada platform *ride-hailing* lain yang beroperasi di Vietnam sebagai bagian dari tinjauan yang lebih luas terhadap industri tersebut.
Protes Mitra Pengemudi
Penyelidikan ini dipicu oleh keluhan dari para mitra pengemudi Grab di Vietnam. Mereka menyerukan sesama pengemudi, yang berstatus kontraktor independen, untuk bergabung dalam aksi mogok dengan berhenti menerima pesanan pada akhir pekan ini.
AdPara pengemudi menyatakan bahwa tingkat komisi yang diambil oleh platform saat ini terlalu tinggi. Mereka berargumen bahwa tarif yang rendah, ditambah dengan potongan yang signifikan, secara serius mengancam kemampuan mereka untuk mempertahankan mata pencaharian yang layak.
Konteks Regional
Pemeriksaan di Vietnam ini mengikuti langkah serupa yang terjadi di Indonesia. Sebelumnya, Grab dan GoTo Group telah setuju untuk menurunkan komisi layanan ojek *online* (roda dua) dari 20% menjadi 8%, yang mulai berlaku pada 1 Juli.
Penurunan komisi di Indonesia tersebut merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah yang memberlakukan batas atas komisi untuk meningkatkan pendapatan pengemudi. Tindakan di Indonesia ini terjadi lebih dari dua bulan sebelum penyelidikan di Vietnam dimulai, yang mengindikasikan adanya tren peningkatan pengawasan regulator terhadap sektor *ride-hailing* di Asia Tenggara.