Story
Goldman Sachs: Investor Perlu Waspadai Risiko Politik dan Fiskal di Prancis

Aset-aset Prancis menghadapi periode ketidakpastian politik dan fiskal yang berkepanjangan menjelang pemilihan presiden 2027. Menurut Goldman Sachs, investor disarankan untuk tetap berhati-hati meskipun valuasi aset di negara tersebut terlihat lebih murah.
Siklus Politik Baru Meningkatkan Risiko
Prancis kini memasuki siklus politik baru yang diwarnai oleh meningkatnya ketidakpastian. Jajak pendapat yang dikutip oleh Goldman Sachs menunjukkan bahwa kandidat sayap kanan, Marine Le Pen, memimpin pada putaran pertama dengan dukungan lebih dari 30%.
Angka ini mengungguli kandidat dari kelompok tengah, Edouard Philippe, dan kandidat sayap kiri, Jean-Luc Mélenchon, yang masing-masing memperoleh dukungan antara 15% hingga 20%. Para ekonom di Goldman Sachs bahkan memperkirakan probabilitas kemenangan Le Pen sebesar 68%, jauh lebih tinggi dari perkiraan pasar prediksi yang berada di kisaran 30%.
Kredibilitas Fiskal Menjadi Kekhawatiran Utama
Di luar dinamika politik, kekhawatiran pasar yang lebih dalam tertuju pada kredibilitas fiskal Prancis. Kondisi keuangan negara tersebut menjadi sorotan tajam dengan beberapa indikator kunci yang mengkhawatirkan:
Ad- Utang publik telah mendekati 120% dari produk domestik bruto (PDB).
- Defisit fiskal masih bertahan di atas level 5%.
Goldman Sachs mencatat bahwa parlemen yang terfragmentasi kemungkinan besar akan mempersulit pemerintahan berikutnya untuk meloloskan reformasi fiskal yang mendesak. Situasi ini dapat menghambat upaya untuk menstabilkan keuangan publik negara tersebut.
Implikasi bagi Investor
Dengan mempertimbangkan risiko-risiko ini, Goldman Sachs merekomendasikan agar para investor mempertahankan sikap yang berhati-hati terhadap aset-aset Prancis. Bank investasi tersebut berpendapat bahwa diskon valuasi yang semakin dalam pada aset Prancis belum cukup untuk mengimbangi potensi volatilitas akibat ketidakpastian politik dan fiskal yang membayangi.