Story

Ahli Strategi BofA: Emas Tetap Jadi Lindung Nilai Terbaik di Tengah Pelemahan Dolar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 17, 20262 min read
Ahli Strategi BofA: Emas Tetap Jadi Lindung Nilai Terbaik di Tengah Pelemahan Dolar

Summary

Michael Hartnett dari Bank of America menegaskan kembali pandangannya bahwa emas adalah lindung nilai pilihan terhadap dolar AS yang melemah, menyusul rekor arus dana masuk mingguan ke dalam reksa dana emas.

Text size
Background

Ahli strategi Bank of America (BofA), Michael Hartnett, menyatakan dalam sebuah catatan kepada investor bahwa emas tetap menjadi aset pilihannya untuk lindung nilai terhadap pelemahan dolar AS. Pernyataan ini didukung oleh data yang menunjukkan reksa dana emas mencatat arus masuk terbesar sejak Januari 2026.

Arus Dana Masuk ke Emas Melonjak

Menurut data aliran dana mingguan terbaru dari BofA, reksa dana emas berhasil menarik arus masuk sebesar $6,3 miliar dalam sepekan terakhir. Angka ini merupakan aliran dana masuk mingguan terbesar yang tercatat sejak Januari 2026.

Selain emas, aset lain juga mencatatkan arus masuk yang signifikan:

  • Reksa dana pasar uang: $25,4 miliar
  • Reksa dana obligasi: $23,8 miliar
  • Reksa dana saham: $16,1 miliar

Di segmen pendapatan tetap, obligasi peringkat investasi (*investment-grade*) mencatat arus masuk sebesar $10,6 miliar, yang merupakan terbesar dalam lima minggu terakhir.

Tesis "Anything But Dollar"

Sample IUX Markets – In-articleAd

Hartnett menguraikan tema investasinya yang disebut "Anything But Dollar" (Apa Saja Selain Dolar), dan secara eksplisit menyatakan bahwa "arah perdagangan adalah *long* emas." Menurutnya, emas tetap menjadi lindung nilai terbaik terhadap devaluasi dolar, gejolak di pasar obligasi, inflasi aset, serta pertarungan politik antara populisme kapitalis dan sosialis di dekade 2020-an.

BofA menambahkan bahwa tema ini juga menguntungkan aset-aset pasar negara berkembang (*emerging markets*). Bank tersebut secara khusus menyoroti pemilihan umum di Brasil pada 4 Oktober sebagai peristiwa penting, mengingat aset Amerika Latin telah berkinerja kuat berkat terpilihnya pemerintahan yang lebih pro-bisnis.

Indikator Sentimen dan Aliran Dana Lainnya

Indikator "Bull & Bear" dari BofA turun dari 9,7 menjadi 9,3. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya arus dana ke obligasi imbal hasil tinggi (*high-yield*) serta arus keluar dari sektor teknologi dan kesehatan. Posisi pasar saat ini dinilai sudah berada dalam kondisi "sangat *bullish*" (*excessively bullish*).

Di sisi lain, beberapa sektor mengalami arus dana keluar. Reksa dana saham Tiongkok mencatat arus keluar sebesar $14,5 miliar, terbesar sejak Mei, sementara reksa dana teknologi juga mengalami arus keluar sebesar $1,2 miliar. BofA memperingatkan bahwa "'keserakahan' secara historis lebih sulit untuk dibalikkan daripada 'ketakutan'", dan untuk mengakhiri siklus *bull market* biasanya diperlukan kombinasi tiga faktor: posisi yang terlalu terkonsentrasi, ekspektasi laba yang terlalu optimistis, dan pengetatan kebijakan.

Back to latest news

LATEST