Story

Harga Emas Bertahan Dekat $4.400 Setelah Reli Dipicu Data Inflasi AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20262 min read
Harga Emas Bertahan Dekat $4.400 Setelah Reli Dipicu Data Inflasi AS

Summary

Harga emas stabil di dekat level tertinggi dua bulan setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Text size
Background

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan hari Kamis, bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Katalis utama penguatan ini adalah data inflasi AS yang lebih lunak dari perkiraan, yang meredakan tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Menurut pantauan pasar pada pukul 22:11 ET, harga emas di pasar spot (XAU/USD) berada di level $4.407,78 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka diperdagangkan di sekitar $4.466,10 per ons.

Inflasi Melunak Meredakan Tekanan The Fed

Logam mulia ini sempat melonjak hingga 0,9% pada hari Rabu ke level $4.450, level tertingginya dalam lebih dari dua bulan, sebelum sedikit terkoreksi. Reli tersebut dipicu oleh rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang menunjukkan kenaikan hanya 0,1% pada bulan Juli dari bulan sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa guncangan harga energi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah belum menimbulkan lonjakan inflasi yang lebih kuat. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat menurun. Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 38%-40%, dari sebelumnya 46% sebelum rilis data CPI.

Fokus Investor Beralih ke Data dan Geopolitik

Sample IUX Markets – In-articleAd

Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke laporan harga produsen (PPI) AS yang akan dirilis pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tren inflasi. Selain itu, data ketenagakerjaan dan inflasi lainnya akan menjadi acuan penting menjelang keputusan The Fed pada bulan September. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas, karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik menjadi faktor penopang bagi harga emas. Upaya untuk menyelesaikan konflik AS-Iran dan membuka kembali Selat Hormuz yang strategis masih terus berlangsung. Potensi eskalasi di Timur Tengah dapat mendorong harga minyak lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat menghidupkan kembali tekanan inflasi dan memaksa The Fed untuk mengambil kebijakan yang lebih ketat.

Prospek Teknis dan Permintaan Fisik

Dari sisi teknikal, emas mendapat sentimen positif setelah berhasil menembus di atas rata-rata pergerakan 100 hari (*100-day moving average*) untuk pertama kalinya sejak April. Menurut Tony Sycamore, analis pasar senior di IG, reli harga emas kini mendekati level *resistance* di sekitar $4.450.

Emas juga diuntungkan oleh permintaan fisik yang kuat, terutama dari bank sentral seperti People's Bank of China yang terus melanjutkan aksi belinya. Kemampuan emas untuk bertahan di atas level psikologis $4.000 juga telah memperbarui minat beli di kalangan investor.

Back to latest news

LATEST