Story

Survei BofA: Mayoritas Manajer Investasi Proyeksikan Kenaikan Saham Eropa

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Survei BofA: Mayoritas Manajer Investasi Proyeksikan Kenaikan Saham Eropa
Text size
Background

Sebanyak 91% manajer investasi Eropa kini memproyeksikan kenaikan pada pasar ekuitas Eropa selama dua belas bulan ke depan, sebuah lonjakan signifikan dari 71% pada bulan sebelumnya. Menurut Survei Manajer Investasi Eropa dari Bank of America yang dirilis pada hari Selasa, ekspektasi imbal hasil yang tersirat dari survei ini naik menjadi 6,3% dari 5,2% sebelumnya.

Optimisme Melonjak di Kalangan Investor

Optimisme juga menguat untuk jangka pendek, di mana 54% investor Eropa memperkirakan pasar saham akan naik dalam beberapa bulan mendatang. Angka ini berbalik tajam dari bulan Juni, ketika 4% responden justru memperkirakan penurunan.

Dalam konteks alokasi global, investor kini sedikit positif terhadap Eropa, dengan 2% melaporkan posisi *overweight*, berbanding 15% *underweight* pada bulan lalu. Namun, investor tetap waspada terhadap Inggris, di mana 37% responden berada dalam posisi *underweight*, level tertinggi sejak Agustus 2020.

Skenario "Goldilocks" dan Prospek Pertumbuhan

Peningkatan prospek ini sejalan dengan pergeseran pandangan makroekonomi yang dominan. Sebanyak 37% investor Eropa kini mengantisipasi lingkungan "Goldilocks", yaitu kombinasi pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang mereda, menjadikannya pandangan dominan untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ekspektasi pertumbuhan untuk Eropa telah membaik secara signifikan, dengan 54% responden memprediksi ekonomi yang lebih kuat dalam setahun ke depan, naik drastis dari hanya 11% bulan lalu. Ekspansi fiskal kembali menjadi alasan utama yang dikutip oleh 57% investor sebagai pendorong percepatan pertumbuhan di Eropa.

Risiko dan Rotasi Sektor

Meskipun optimisme meningkat, investor mengidentifikasi beberapa risiko utama. Instabilitas di Timur Tengah tetap menjadi kekhawatiran geopolitik utama (43%), sementara harga energi dan inflasi dianggap sebagai risiko penurunan terbesar jika naik, dan pendorong kenaikan terbesar jika turun. Respon *hawkish* dari bank sentral terhadap kejutan inflasi dianggap sebagai katalis paling mungkin untuk koreksi pasar (31%).

Selera risiko juga membaik, yang tercermin dalam preferensi sektor:

  • Sektor Perbankan: Kini menjadi sektor *overweight* konsensus terbesar dengan 49%, level tertinggi sejak Februari 2022.
  • Sektor Otomotif: Tetap menjadi *underweight* terbesar dengan 46%.
  • Preferensi Negara: Jerman menjadi pasar negara yang paling disukai, sementara Prancis adalah yang paling tidak disukai.
Back to latest news

LATEST