Story
Pengadilan AS Batalkan Perintah Pemerintahan Trump untuk Operasikan PLTU Michigan

Sebuah pengadilan banding federal AS pada hari Jumat membatalkan perintah dari pemerintahan Trump yang memaksa sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Michigan untuk terus beroperasi melewati jadwal penutupan yang telah direncanakan. Keputusan ini menjadi pukulan bagi upaya pemerintah untuk mempertahankan operasional pembangkit batu bara di tengah lonjakan permintaan listrik.
Detail Putusan Pengadilan
Panel yang terdiri dari tiga hakim di Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit District of Columbia dengan suara bulat memutuskan bahwa Departemen Energi (DOE) telah melampaui wewenangnya. Menurut dokumen pengadilan, DOE menggunakan ketentuan darurat yang jarang dipakai dalam Undang-Undang Tenaga Federal (Federal Power Act) secara tidak semestinya.
Perintah DOE tersebut sebelumnya dikeluarkan pada tahun 2025, sesaat sebelum PLTU J.H. Campbell Generating Plant milik Consumers Energy dijadwalkan untuk pensiun karena dinilai tidak lagi ekonomis. Negara bagian Michigan kemudian menentang perintah tersebut, yang berujung pada putusan pengadilan ini.
Dampak Finansial dan Latar Belakang
Menurut kantor jaksa agung Michigan, perpanjangan operasi PLTU di bawah perintah darurat tersebut telah membebani perusahaan utilitas sebesar $295 juta dari Mei 2025 hingga Juni 2026. Keputusan pengadilan ini muncul sebulan setelah DOE memperpanjang perintah darurat untuk menjaga PLTU tersebut tetap beroperasi hingga 14 November.
AdJuru bicara Consumers Energy, Brian Wheeler, menyatakan bahwa perusahaan sedang meninjau putusan tersebut. "Sementara itu, kami terus mematuhi perintah 90 hari dari Departemen Energi yang menjaga agar PLTU Campbell tetap beroperasi," katanya.
Konteks Kebijakan Energi
Sejak tahun 2025, pemerintahan Trump telah berulang kali menggunakan kewenangan daruratnya untuk mencegah penutupan beberapa pembangkit listrik tua, termasuk PLTU di Michigan, Indiana, Washington, dan Colorado. Langkah ini diambil sebagai bagian dari agenda untuk mendukung industri batu bara dan menjawab meningkatnya permintaan listrik yang didorong oleh ekspansi pusat data.
Kelompok lingkungan mengkritik kebijakan ini. "DOE harus tetap berada di jalurnya dan menggunakan kekuatan daruratnya hanya dalam keadaan darurat yang sebenarnya," kata Michael Lenoff, seorang pengacara dari kelompok lingkungan Earthjustice. "Mencegah penutupan PLTU batu bara yang didorong oleh pasar untuk memajukan agenda pro-batu bara bukanlah penggunaan kekuatan darurat yang tepat."