Story

Harga Gas Eropa Bertahan di Level Tertinggi Akibat Risiko Pasokan Timur Tengah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20262 min read
Harga Gas Eropa Bertahan di Level Tertinggi Akibat Risiko Pasokan Timur Tengah

Summary

Harga gas alam grosir Eropa bertahan di dekat level tertinggi multi-tahunan karena meningkatnya konflik militer di Teluk Persia yang mengancam pasokan LNG global menjelang musim dingin.

Text size
Background

Harga gas alam grosir di Eropa dan Inggris Raya bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun pada hari Kamis, melanjutkan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya. Ketegangan militer yang meningkat di Teluk Persia telah memicu kekhawatiran besar terhadap keamanan pasokan energi global menjelang musim dingin.

Pemicu Eskalasi Geopolitik

Pasar bereaksi terhadap serangkaian eskalasi militer yang mengancam jalur pelayaran energi utama. Konflik memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan terkoordinasi ke beberapa kota di Arab Saudi. Perkembangan ini menyusul serangan langsung AS terhadap beberapa tanker minyak Iran, yang dibalas dengan serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania.

Friksi militer ini secara langsung mengancam transit maritim melalui Selat Hormuz. Jalur air strategis ini merupakan titik kritis yang menangani sekitar 20% dari lalu lintas gas alam cair (LNG) global, yang sebagian besar berasal dari Qatar. Ancaman blokade atau gangguan pengiriman telah menaikkan premi risiko secara signifikan.

Dampak Pasar dan Kekhawatiran Pasokan

Akibat ketidakpastian ini, harga gas acuan Eropa melonjak. Kontrak gas Belanda untuk bulan depan, yang menjadi tolok ukur di Eropa, naik 0,5% menjadi €79,64 per megawatt-hour (MWh), mendekati level tertingginya sejak 2023. Di Inggris Raya, kontrak gas NBP yang setara naik 0,6% menjadi 198,00 pence per therm, mendekati level tertinggi sejak akhir 2022.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kondisi ini memaksa perusahaan utilitas Eropa untuk bersaing ketat dengan pembeli Asia untuk mendapatkan kargo LNG dari cekungan Atlantik yang belum terikat kontrak. Guncangan geopolitik ini datang pada saat yang rentan, karena Eropa memiliki cadangan yang menipis. Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan fasilitas penyimpanan bawah tanah terisi sekitar 62% dari kapasitas, tertinggal sekitar 17 poin persentase dari rata-rata lima tahun untuk musim ini.

Implikasi bagi Kebijakan Moneter ECB

Lonjakan biaya input energi menjadi latar belakang penting bagi pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada hari yang sama. Pasar uang telah hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang akan membawa suku bunga fasilitas simpanan acuan menjadi 2,50%.

Para pembuat kebijakan di ECB berupaya mencegah tekanan harga yang didorong oleh energi agar tidak mengakar dan menyebabkan efek putaran kedua di seluruh blok mata uang tunggal. Keputusan suku bunga ini akan menjadi krusial dalam menyeimbangkan upaya pengendalian inflasi dengan potensi perlambatan ekonomi.

Back to latest news

LATEST