Story
Imbal Hasil Obligasi Eropa Turun 5 Minggu Berturut-turut Akibat Kenaikan Suku Bunga dan Lonjakan Minyak

Imbal hasil obligasi pemerintah di zona euro mendekati level puncak historis pada hari Jumat, menandai kenaikan selama lima minggu berturut-turut akibat tekanan dari kenaikan suku bunga dan lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan di kawasan tersebut, berada di jalur untuk mencatatkan kinerja mingguan terburuknya sejak Maret.
Kenaikan Suku Bunga ECB Memicu Aksi Jual
Aksi jual di pasar obligasi Eropa dipercepat setelah European Central Bank (ECB) pada hari Kamis menaikkan suku bunga fasilitas simpanannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,50%. Keputusan ini secara efektif memupus harapan pasar akan jeda kebijakan dalam waktu dekat.
Imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan mengalami aksi jual harian tertajam dalam dua bulan setelah pengumuman tersebut, dan terakhir berada di level 3,181%. Investor kini menyesuaikan ekspektasi bahwa biaya pinjaman di Eropa akan tetap berada di wilayah restriktif hingga akhir tahun 2026 untuk menahan efek inflasi putaran kedua.
Tekanan dari Harga Minyak dan Inflasi
Kekhawatiran inflasi kembali menguat seiring harga minyak mentah Brent yang melonjak melewati $109 per barel. Lonjakan ini disebabkan oleh pembatasan pasokan dari Timur Tengah dan aktivitas Houthi di Laut Merah.
AdAkibatnya, pasar uang kini memperhitungkan probabilitas tinggi akan adanya kenaikan suku bunga ketiga dari ECB sebelum akhir tahun. Selain itu, obligasi bertenor panjang juga berada di bawah tekanan berat, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2003 di tengah kekhawatiran atas defisit struktural negara tersebut.
Imbal Hasil Acuan di Level Tertinggi Multi-Tahun
Tekanan jual yang berkelanjutan telah mendorong imbal hasil obligasi acuan ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Berikut adalah beberapa angka kunci:
- Imbal hasil Bund Jerman 10 tahun, acuan untuk blok mata uang tunggal, diperdagangkan naik di 3,505%, mendekati level tertingginya sejak 2011.
- Pasar obligasi Eropa kini mengalihkan perhatian ke seberang Atlantik, menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Agustus.
Data tersebut akan menjadi krusial setelah laporan Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang lebih panas dari perkiraan menunjukkan inflasi grosir berakselerasi menjadi 5,4%. Angka IHK yang tinggi dapat memantapkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi global.