Story
Harga Gandum Eropa Stagnan, Tensi Laut Hitam Mereda Imbangi Proyeksi Panen Prancis Turun

Summary
Kontrak berjangka gandum Eropa ditutup datar karena meredanya kekhawatiran atas serangan infrastruktur biji-bijian di Laut Hitam, mengimbangi berita negatif mengenai penurunan proyeksi panen di Prancis akibat cuaca kering.
Kontrak berjangka gandum Eropa di bursa Paris ditutup tanpa perubahan pada hari Senin, menunjukkan stabilisasi pasar setelah kenaikan tajam pekan lalu. Ketenangan ini terjadi karena kekhawatiran atas eskalasi serangan terhadap infrastruktur biji-bijian di Laut Hitam oleh Rusia dan Ukraina mulai mereda.
Keseimbangan Pasar
Kontrak acuan gandum *milling* untuk pengiriman September di bursa Euronext yang berbasis di Paris mengakhiri sesi perdagangan harian tidak berubah pada level €234,75 ($267,97) per metrik ton. Harga yang stagnan ini mencerminkan kelegaan di kalangan pedagang bahwa serangan terhadap terminal pelabuhan dan pengiriman biji-bijian tidak meningkat lebih lanjut, yang sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu ekspor gandum dari Laut Hitam.
Perkembangan ini kontras dengan situasi pekan lalu, di mana kontrak yang sama melonjak 8,4%. Kenaikan tersebut dipicu oleh serangan berbalasan antara Rusia dan Ukraina yang menargetkan infrastruktur biji-bijian, sebuah pergeseran taktik yang signifikan dalam konflik tersebut.
AdProyeksi Panen Prancis Membayangi
Stabilitas harga terjadi meskipun ada berita negatif dari sisi pasokan fundamental di Uni Eropa. Menurut laporan Argus Media pada hari Senin, proyeksi panen gandum lunak (soft wheat) Prancis diperkirakan akan turun menjadi 30,80 juta metrik ton tahun ini.
Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 7,6% dibandingkan tahun 2025. Penurunan produksi di negara produsen sereal terbesar di Uni Eropa ini disebabkan oleh cuaca panas dan kering yang merusak hasil panen. Untuk saat ini, faktor geopolitik yang mereda tampaknya lebih mendominasi sentimen pasar daripada kekhawatiran pasokan dari Prancis.