Story

Imbal Hasil Global Melonjak Akibat Tensi AS-Iran dan Kekhawatiran Kebijakan The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
Imbal Hasil Global Melonjak Akibat Tensi AS-Iran dan Kekhawatiran Kebijakan The Fed
Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah di Zona Euro melonjak pada hari Rabu, dipicu oleh kombinasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran serta kegelisahan pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve. Aksi jual terutama terkonsentrasi pada surat utang jangka pendek, yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi inflasi dan arah kebijakan bank sentral.

Gejolak di Pasar Obligasi

Reaksi di pasar pendapatan tetap terlihat lebih signifikan dibandingkan pasar saham. Investor secara agresif melepas obligasi pemerintah jangka pendek, yang tercermin dari lonjakan tajam pada imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 2 tahun, yang menjadi tolok ukur suku bunga Zona Euro, ke level 2,63%.

Sementara itu, imbal hasil Bund Jerman bertenor 10 tahun yang menjadi acuan naik lebih moderat sebesar 2 basis poin menjadi 3,03%. Pergerakan yang lebih tajam pada obligasi jangka pendek mengindikasikan bahwa para pelaku pasar sedang melakukan kalkulasi ulang secara cepat terhadap risiko kenaikan inflasi dalam waktu dekat.

Pemicu Ganda dari Geopolitik dan Moneter

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan imbal hasil didorong oleh dua faktor utama. Pertama, keputusan Washington untuk mencabut keringanan sanksi utama yang memungkinkan Iran menjual minyaknya memicu lonjakan harga minyak mentah global sebesar 2% menjadi $75,60 per barel. Langkah ini, yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran kesepakatan damai, mengancam tren penurunan inflasi yang baru-baru ini terlihat di Zona Euro dan membuat para trader mengantisipasi biaya energi yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Kedua, pasar bersikap defensif menjelang rilis risalah rapat The Fed bulan Juni, yang akan menjadi pandangan pertama terhadap dinamika internal bank sentral di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh. Pasar mengkhawatirkan gaya komunikasi Warsh yang dikenal lebih tidak dapat diprediksi dan skeptis terhadap "forward guidance", sehingga menambah premi risiko pada obligasi jangka pendek yang sangat bergantung pada sinyal kebijakan yang jelas.

Prospek ke Depan

Para analis memperingatkan bahwa jika risalah rapat nanti mengonfirmasi adanya dorongan kuat dari para gubernur The Fed untuk kebijakan yang lebih ketat guna menekan inflasi di sektor jasa, bahkan sebelum guncangan harga minyak terbaru, kurva imbal hasil global berpotensi bergeser lebih tinggi lagi. Investor akan mencermati notula tersebut untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS di tengah meningkatnya ketidakpastian.

Back to latest news

LATEST