Story

Cadangan Minyak Global Menipis, Hanya Cukup untuk 180 Hari di Tengah Gangguan Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20262 min read
Cadangan Minyak Global Menipis, Hanya Cukup untuk 180 Hari di Tengah Gangguan Pasokan

Summary

Defisit pasokan minyak global sebesar 5 juta barel per hari telah menimbulkan kekhawatiran serius, dengan cadangan darurat pemerintah yang dapat diakses diperkirakan hanya mampu bertahan selama 180 hari. Kondisi cadangan strategis AS yang kritis semakin memperburuk kerentanan pasar.

Text size
Background

Gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah menimbulkan pertanyaan kritis mengenai kecukupan cadangan global untuk menopang pasar. Para analis memperkirakan dunia menghadapi defisit pasokan sekitar 5 juta barel per hari (bph), sebuah angka yang menguji ketahanan cadangan darurat yang tersisa.

Skala Gangguan Pasokan Saat Ini

Menurut perhitungan Reuters, kepala Saudi Aramco meyakini dunia telah kehilangan 2,6 miliar barel minyak sejak konflik dimulai, menjadikannya gangguan pasokan kumulatif terbesar selain revolusi Iran pada tahun 1979. Angka ini setara dengan 25 hari konsumsi global sebelum perang.

Meski Aramco menyebut dunia kehilangan pasokan 11 juta bph dari Teluk, sebagian besar analis meyakini defisit pasokan riil yang perlu ditutupi adalah sekitar 5 juta bph. Kesenjangan ini berpotensi melebar setelah serangan drone Ukraina menutup pipa CPC Kazakhstan, yang mengalirkan 1,8 juta bph.

Cadangan Darurat Global Hanya Bertahan 180 Hari

Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa ekonomi global masih memiliki stok yang substansial. Total stok yang diawasi IEA, termasuk cadangan pemerintah dan komersial, mencapai 1,5 miliar barel. Angka ini secara teoretis cukup untuk menutupi defisit 5 juta bph selama 300 hari.

Namun, IEA tidak memiliki wewenang untuk memerintahkan pelepasan stok komersial yang dipegang oleh kilang untuk kebutuhan operasional. Hal ini menyisakan cadangan yang benar-benar dapat diakses hanya sebesar 0,9 miliar barel dari stok yang dikelola pemerintah. Dengan tingkat defisit saat ini, cadangan tersebut diperkirakan hanya akan bertahan selama 180 hari.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kondisi Kritis Cadangan Strategis AS

Situasi menjadi lebih genting ketika melihat kondisi cadangan strategis di Amerika Serikat, yang menyumbang sepertiga dari total cadangan pemerintah IEA. Stok minyak mentah dalam Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS telah jatuh ke level terendah sejak Januari 1983.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS (GAO) pada bulan Mei memperingatkan bahwa infrastruktur SPR memburuk dengan cepat. Analis dari Rapidan Energy memperkirakan bahwa seperempat dari cadangan, atau lebih dari 100 juta barel, tidak lagi dapat diakses. Ini berarti AS kemungkinan hanya memiliki 200 juta barel cadangan yang dapat digunakan, cukup untuk menutupi defisit global saat ini selama 40 hari saja.

Implikasi bagi Pasar: Risiko Lonjakan Harga

Menipisnya cadangan telah mengurangi penyangga terhadap guncangan pasokan, membuat pasar minyak sangat rentan terhadap kenaikan harga yang tajam, menurut Hamad Hussain dari Capital Economics. Christian Egeland dari Energy Aspects menambahkan bahwa pelepasan cadangan baru oleh IEA tidak mungkin terjadi karena banyak negara anggota memiliki stok yang terbatas.

Kekhawatiran tidak hanya pada minyak mentah. Menurut Morgan Stanley, stok global untuk produk olahan seperti solar dan bahan bakar jet saat ini berada di level terendah dalam rentang lima tahun. Survo Sarkar dari DBS Bank mencatat bahwa kerusakan pada kilang-kilang di Timur Tengah dan Rusia telah memukul pasokan produk-produk ini secara signifikan.

Back to latest news

LATEST