Story
ECB Diperkirakan Naikkan Suku Bunga, Fokus Pasar Beralih ke Arah Kebijakan Selanjutnya

Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan hari Kamis, seiring upaya untuk meredam inflasi yang masih jauh di atas target. Namun, dengan kenaikan ini yang telah diantisipasi secara luas, fokus pasar kini beralih pada petunjuk mengenai langkah kebijakan moneter selanjutnya dan potensi perpecahan pandangan di dalam dewan gubernur.
Kenaikan 25 Basis Poin Telah Diantisipasi
Pasar keuangan dan para analis secara konsensus memproyeksikan ECB akan menaikkan suku bunga fasilitas simpanan sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% dari level saat ini 2,25%. Langkah ini didasari oleh data inflasi zona euro yang menembus 3% pada bulan lalu, mendekati level tertinggi dalam tiga tahun, serta kondisi ekonomi kawasan yang terbukti lebih tangguh dari perkiraan.
Menurut laporan Zhitong Finance App yang dikutip Investing.com, proyeksi ekonomi kuartalan terbaru dari ECB kemungkinan akan memperkuat alasan untuk pengetatan lebih lanjut. Proyeksi tersebut diperkirakan akan menunjukkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi yang lebih besar.
Fokus pada Arah Kebijakan dan Perdebatan Internal
Setelah kenaikan yang hampir pasti terjadi ini, ketidakpastian menyelimuti langkah ECB berikutnya. Para pejabat bank sentral menunjukkan pandangan yang berbeda, memicu perdebatan mengenai seberapa jauh siklus pengetatan ini perlu berlanjut.
Ad- Kelompok Hawkish: Beberapa anggota dewan, seperti Gubernur Bank Sentral Lituania Gediminas Šimkus, berpendapat bahwa menaikkan suku bunga ke 2,5% tidak akan cukup untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Mereka menunjuk pada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat sebagai alasan perlunya kebijakan yang lebih ketat.
- Kelompok Dovish: Di sisi lain, anggota dewan seperti Piero Cipollone dari Italia menyuarakan kehati-hatian. Mereka memperingatkan agar ECB tidak melakukan pengetatan berlebihan yang dapat merusak perekonomian, terutama karena efek inflasi putaran kedua belum terlihat secara signifikan.
Level suku bunga 2,5% secara luas dianggap sebagai batas atas dari "kisaran netral", di mana kebijakan moneter tidak lagi bersifat akomodatif dan mulai menahan aktivitas ekonomi. "ECB jelas akan menaikkan suku bunga minggu ini," kata Jari Stehn, kepala ekonom Eropa di Goldman Sachs. "Tetapi prospeknya sangat tidak pasti... yang berarti prospek suku bunga tidak jelas."
Proyeksi Ekonomi dan Spekulasi Kepemimpinan
Pembaruan proyeksi ekonomi ECB akan menjadi krusial dalam diskusi kebijakan. Analis memperkirakan bank sentral akan menaikkan perkiraan inflasi untuk tahun depan dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,3% yang dirilis pada bulan Juni. Proyeksi jangka panjang hingga tahun 2028 akan menjadi acuan penting bagi pasar untuk memvalidasi ekspektasi kenaikan suku bunga di masa depan.
Selain itu, spekulasi mengenai masa depan Presiden ECB Christine Lagarde juga menambah lapisan ketidakpastian. Terdapat rumor bahwa Lagarde mungkin tidak akan menyelesaikan masa jabatannya hingga Oktober 2027, dengan potensi pindah ke World Economic Forum atau kembali ke panggung politik Prancis. Isu kepemimpinan ini akan terus dipantau oleh investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan bank sentral paling berpengaruh di Eropa.