Story
Deutsche Bank Turunkan Peringkat Allfunds Jadi 'Tahan' Usai Saham Reli 34%

Deutsche Bank telah menurunkan peringkat saham Allfunds menjadi 'Tahan' (Hold) dari sebelumnya 'Beli' (Buy). Langkah ini diambil setelah harga saham perusahaan platform *wealthtech* tersebut melonjak 34%, sehingga nilainya kini mendekati target harga yang ditetapkan oleh bank.
Alasan di Balik Penurunan Peringkat
Menurut analis Deutsche Bank, David McCann, saham Allfunds telah menguat secara signifikan sebesar 34% sejak bank tersebut memulai cakupannya pada Juli 2025. Kinerja ini jauh melampaui indeks STOXX 50 yang hanya naik 17% dalam periode yang sama.
Kenaikan tersebut mendorong harga saham Allfunds ke level penutupan €9,025, sedikit di atas target harga Deutsche Bank yang tidak berubah di angka €9. Karena ruang untuk kenaikan lebih lanjut (upside) kini terbatas, bank merevisi rekomendasinya menjadi lebih netral.
Konteks Akuisisi dan Valuasi
Valuasi Deutsche Bank terhadap Allfunds sangat dipengaruhi oleh tawaran akuisisi yang sedang berlangsung dari Deutsche Boerse. Model valuasi bank tersebut mengasumsikan probabilitas 67% bahwa kesepakatan tersebut akan berhasil dirampungkan.
AdAllfunds menyatakan bahwa proses akuisisi yang direkomendasikan oleh Deutsche Boerse tetap berjalan sesuai rencana untuk selesai pada paruh pertama tahun 2027. Penyelesaian transaksi ini masih menunggu persetujuan dari regulator terkait.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Di tengah perubahan peringkat ini, Allfunds melaporkan kinerja keuangan yang kuat pada paruh pertama tahun 2026. Laporan tersebut menyoroti fundamental bisnis yang sehat, yang menjadi pendorong utama reli harga sahamnya.
Beberapa pencapaian utama meliputi:
- Pendapatan bersih: €337,6 juta, naik 10% dari tahun sebelumnya.
- EBITDA yang disesuaikan: €229 juta, meningkat 10% secara *like-for-like*.
- Margin EBITDA: Mencapai 67,8%.
- Aset dalam administrasi (AuA): Mencapai rekor €1,94 triliun, didukung oleh arus masuk bersih sebesar €51 miliar.