Story
Coty Lepas Lisensi Gucci Senilai $400 Juta, Fokus pada Pengurangan Utang dan Merek Lain

Summary
Coty mengakhiri lisensi Gucci Beauty lebih awal dalam kesepakatan senilai $400 juta, yang akan memangkas laba jangka pendek tetapi memungkinkan perusahaan untuk mengurangi utang dan memperkuat portofolio merek premium lainnya.
Coty Inc. telah mencapai kesepakatan senilai $400 juta untuk mengakhiri lisensi andalannya, Gucci Beauty, satu tahun lebih awal dari jadwal. Langkah strategis ini, meskipun akan membebani pendapatan dalam waktu dekat, dipandang sebagai titik balik bagi raksasa kecantikan tersebut untuk mengurangi utang dan memfokuskan kembali portofolionya.
Detail Kesepakatan dan Implikasi Finansial
Berdasarkan perjanjian tersebut, Coty akan menyerahkan kembali lisensi Gucci kepada pemiliknya, Kering, pada pertengahan 2027, setahun sebelum kontrak berakhir pada 2028. Sebagai kompensasi, Coty akan menerima pembayaran sebesar $250 juta di muka, dengan sisa $150 juta akan diterima sebelum Oktober 2027.
Namun, keputusan ini akan berdampak signifikan pada profitabilitas. Menurut perkiraan analis Barclays, Lauren Lieberman, Coty akan kehilangan sekitar $115 juta dari EBITDA yang disesuaikan tahunannya, atau setara dengan 15% dari total laba perusahaan. Hal ini diperkirakan akan membuat tahun fiskal 2028 menjadi periode yang menantang bagi perusahaan.
Strategi Pengurangan Utang dan Diversifikasi
Dana yang diperoleh dari kesepakatan ini akan digunakan untuk tujuan strategis utama: mengurangi utang. Coty akan dapat segera mulai menurunkan total utang bersihnya yang saat ini berada di angka sekitar $2,9 miliar. Langkah ini sangat penting di tengah pengawasan ketat dari lembaga pemeringkat yang khawatir tentang kompresi margin sementara akibat hilangnya lisensi Gucci.
AdDi bawah kepemimpinan CEO interim Markus Strobel, Coty telah secara proaktif mendiversifikasi portofolio wewangian prestisenya. Perusahaan telah mengantisipasi berakhirnya lisensi Gucci dengan menandatangani merek-merek baru pada tahun 2024 seperti Swarovski, Etro, dan Marni, serta meluncurkan kembali lini makeup Marc Jacobs.
Pandangan Analis dan Konteks Pasar
Para analis meyakini bahwa ketergantungan Coty pada Gucci lebih rendah dari yang diperkirakan pasar. "Hilangnya lisensi Gucci tidak akan merugikan seperti yang dibayangkan orang," kata Akeel Sachak, partner di Rothschild & Co, seraya menambahkan bahwa Coty masih memiliki bisnis wewangian yang kuat dan telah melakukan diversifikasi.
Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners membandingkan strategi ini dengan studio Hollywood yang membangun portofolio yang dalam daripada bergantung pada satu merek pahlawan super. Dengan melepaskan Gucci, Coty dapat menyalurkan dana untuk mengakselerasi lisensi lain yang menjanjikan seperti BOSS, Marc Jacobs, dan Kylie Cosmetics. Langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih luas setelah akuisisi bisnis kecantikan Procter & Gamble senilai $12,5 miliar pada tahun 2015.