Story
Inflasi AS Mereda, Namun Kekhawatiran Suku Bunga dan Harga Minyak Tetap Membayangi

Summary
Pasar saham menguat setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, lelang obligasi yang lemah dan kenaikan harga minyak mentah menunjukkan risiko inflasi yang mendasarinya masih ada.
Data inflasi Amerika Serikat yang sedikit melandai memberikan kelegaan sementara bagi pasar, mendorong penguatan di bursa saham dan meredakan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah. Namun, sejumlah risiko yang mendasarinya, termasuk lelang surat utang yang lemah dan harga energi yang tinggi, menunjukkan bahwa kekhawatiran akan kebijakan moneter yang ketat masih jauh dari usai.
Kenaikan Suku Bunga The Fed Tertunda?
Dua laporan inflasi AS untuk bulan lalu, yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP), menunjukkan sedikit penurunan laju tahunan. Data ini, menurut laporan Reuters, tampaknya cukup untuk meredakan kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Pasar berjangka kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan September hanya satu dari tiga, turun dari probabilitas 50-50 sebelum rilis data tersebut. Namun, kecemasan di pasar obligasi belum sepenuhnya hilang. Lelang surat utang negara (Treasury) yang baru menunjukkan permintaan yang kurang kuat:
- Surat utang tenor 10 tahun terjual dengan imbal hasil tertinggi dalam lelang selama 19 tahun.
- Obligasi tenor 30 tahun mencatatkan imbal hasil tertinggi dalam lelang selama 25 tahun.
Tekanan Inflasi dari Energi dan Data PCE
Kenaikan harga energi kembali menjadi fokus utama. Harga minyak mentah Brent sempat mendekati $90 per barel minggu ini di tengah ketegangan geopolitik yang berkelanjutan terkait Iran. Hal ini dapat kembali menekan inflasi secara keseluruhan.
AdSelain itu, The Fed secara khusus menargetkan ukuran inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Alat proyeksi "nowcaster" dari Cleveland Fed masih menunjukkan inflasi PCE berjalan di 3,7% untuk bulan Juli dan Agustus, dengan inflasi inti PCE di 3,3%. Angka-angka ini masih jauh di atas target 2% yang ditetapkan oleh bank sentral. Beberapa pejabat The Fed, seperti Presiden Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden Fed Boston Susan Collins, telah menyuarakan nada *hawkish*, mengindikasikan kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan untuk mencapai target inflasi.
Saham Teknologi Topang Wall Street
Di tengah ketidakpastian obligasi, pasar saham menunjukkan kinerja yang solid. Indeks S&P 500 berhasil merebut kembali rekor tertingginya, didukung oleh musim laporan keuangan kuartal kedua yang kuat dengan pertumbuhan laba tahunan mencapai lebih dari 50%.
Sentimen positif terutama didorong oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi pusat ledakan kecerdasan buatan (AI). Saham CoreWeave dan Super Micro Computer melonjak sekitar 20% setelah laporan keuangan mereka melampaui ekspektasi, menggarisbawahi skala investasi besar dalam infrastruktur AI. Menurut laporan Financial Times, spekulasi seputar IPO perusahaan AI Anthropic juga meningkat, dengan potensi valuasi mencapai $2 triliun.
Agenda Pasar Pekan Depan
Pasar kemungkinan akan memasuki periode yang lebih tenang minggu depan menjelang simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pada minggu berikutnya. Namun, investor akan tetap mencermati beberapa data penting, termasuk risalah pertemuan The Fed bulan lalu, data industri dan perumahan AS, serta serangkaian data ekonomi makro dari Tiongkok.