Story
Penjualan Kuat di AS dan Tiongkok Topang Kinerja Burberry di Tengah Pelemahan Eropa

Summary
Burberry melaporkan pertumbuhan penjualan sebanding sebesar 5% pada kuartal pertama, didorong oleh lonjakan permintaan di Amerika dan Tiongkok yang mengimbangi penurunan belanja turis di Eropa akibat konflik di Timur Tengah.
Merek fesyen mewah Burberry melaporkan pertumbuhan penjualan toko sebanding (comparable store sales) sebesar 5% pada kuartal pertama tahun finansialnya, sejalan dengan ekspektasi para analis. Kinerja solid ini ditopang oleh permintaan yang kuat di Amerika Serikat dan Tiongkok, yang berhasil mengimbangi dampak negatif dari penurunan belanja turis di Eropa.
Pertumbuhan Didorong Pasar AS dan Tiongkok
Strategi pemulihan Burberry di bawah kepemimpinan CEO Joshua Schulman menunjukkan hasil yang signifikan di pasar-pasar utamanya. Menurut laporan yang dirilis pada hari Jumat, penjualan di kawasan Amerika tumbuh sebesar 12% seiring keberhasilan merek tersebut menarik pelanggan baru.
Di Tiongkok, yang juga merupakan "pasar yang wajib dimenangkan" bagi perusahaan, penjualan meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh konsumen Gen Z, yang menunjukkan minat kuat terhadap produk-produk Burberry.
AdPelemahan di Eropa Akibat Faktor Geopolitik
Sebaliknya, kawasan Eropa dan Timur Tengah mencatatkan penurunan penjualan sebesar 3%. Burberry menyatakan bahwa pelemahan ini disebabkan oleh dampak konflik di Timur Tengah yang mengurangi pengeluaran para turis di benua Eropa.
Bagi investor, hasil ini menyoroti efektivitas strategi diversifikasi geografis Burberry dalam menghadapi tantangan regional. Namun, ini juga menggarisbawahi kerentanan sektor barang mewah terhadap guncangan geopolitik yang memengaruhi pola perjalanan dan belanja konsumen secara global.