Story

Goldman Sachs: Minyak Brent Akan Bertahan di Kisaran $80-$90 di Tengah Ketidakpastian AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 4, 20262 min read
Goldman Sachs: Minyak Brent Akan Bertahan di Kisaran $80-$90 di Tengah Ketidakpastian AS-Iran

Summary

Goldman Sachs memperkirakan minyak mentah Brent akan diperdagangkan dalam rentang $80-$90 per barel hingga ada kejelasan mengenai kesepakatan nuklir AS-Iran atau terjadi eskalasi konflik yang signifikan.

Text size
Background

Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak mentah Brent akan diperdagangkan dalam rentang $80-$90 per barel hingga terdapat kejelasan mengenai kesepakatan nuklir baru antara Amerika Serikat dan Iran atau terjadi eskalasi konflik yang signifikan. Proyeksi ini muncul di tengah ketidakpastian pasokan minyak dari Timur Tengah, meskipun pasar dinilai baru memperhitungkan premi risiko yang moderat.

Penilaian Pasar dan Premi Risiko

Menurut analisis bank investasi tersebut, nilai wajar (fair value) untuk Brent saat ini berada di sekitar $80 per barel. Dengan harga Brent yang diperdagangkan mendekati $85 per barel pada hari Selasa, Goldman Sachs menyimpulkan bahwa pasar hanya memasukkan premi risiko yang terbilang kecil meskipun sinyal yang saling bertentangan datang dari AS dan Iran terkait status perundingan mereka.

Harga Brent sempat mundur ke level rendah hingga pertengahan $80-an setelah AS menunda rencana serangan terhadap Iran dan adanya laporan kemajuan dalam pembicaraan. Namun, Goldman Sachs menekankan bahwa kondisi fundamental di pasar minyak fisik terus menunjukkan pengetatan.

Pasokan Global Mengetat

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data yang dianalisis oleh Goldman Sachs menunjukkan adanya pengetatan pasokan yang signifikan di pasar global. Hal ini didukung oleh beberapa faktor kunci:

  • Penurunan Inventaris Global: Persediaan minyak global yang terlihat (visible oil inventories) diperkirakan turun sebesar 6,3 juta barel per hari selama dua minggu terakhir.
  • Gangguan Ekspor Regional: Ekspor minyak dari Teluk telah anjlok menjadi sekitar 36% dari level pra-konflik, turun drastis dari hampir 80% pada awal Juli. Selain itu, kapasitas tanker bermuatan di Laut Merah telah turun 22% sejak blokade diumumkan oleh kelompok Houthi.
  • Penurunan Ekspor Utama: Ekspor minyak Arab Saudi tercatat turun 2,4 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor minyak mentah dan kondensat Rusia juga turun 1,3 juta barel per hari dalam dua minggu terakhir, diperparah oleh gangguan di terminal CPC Laut Hitam.

Implikasi bagi Investor

Bagi para pelaku pasar, analisis Goldman Sachs mengindikasikan bahwa harga minyak kemungkinan akan tetap berada dalam rentang yang telah ditentukan, bereaksi terhadap berita utama geopolitik. Pengetatan pasokan fisik memberikan dasar (floor) bagi harga, sementara potensi kesepakatan diplomatik menjadi batas atas (ceiling). Kondisi ini menciptakan lingkungan perdagangan yang bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran.

Back to latest news

LATEST