Story
BMO: Aksi Jual Saham Bombardier Berlebihan, Ciptakan Peluang Beli

BMO Capital Markets melihat adanya peluang beli pada saham produsen jet bisnis asal Kanada, Bombardier, setelah terjadi penurunan harga baru-baru ini. Menurut BMO, aksi jual yang dipicu oleh kekhawatiran seputar tarif dan potensi gangguan rantai pasok telah berlebihan, sementara fundamental permintaan tetap kuat dan prospek perusahaan untuk tahun 2026 tidak berubah.
Penilaian dan Target Harga
BMO mempertahankan peringkat 'Outperform' untuk Bombardier dengan target harga C$375. Angka ini menunjukkan potensi total imbal hasil sebesar 23% dari harga penutupan C$304,30 pada 3 September.
Lembaga keuangan tersebut menyatakan keyakinannya bahwa prospek perusahaan untuk kuartal ketiga dan setahun penuh 2026 tetap solid. BMO memproyeksikan Bombardier akan menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) sebesar C$1,4 miliar untuk tahun 2026.
Mengatasi Kekhawatiran Pasar
BMO menganalisis bahwa dampak dari potensi tarif perdagangan tidak akan signifikan dan mengharapkan sektor kedirgantaraan akan tetap dikecualikan, bahkan jika ketegangan perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat meningkat.
AdUntuk mengatasi risiko rantai pasok, Bombardier sedang dalam proses mengakuisisi MHI Canada Aerospace, yang memasok sayap untuk pesawat Global 5500, Global 6500, dan Challenger 3500. BMO menilai langkah ini akan mengurangi risiko rantai pasok seiring dengan peningkatan produksi dan berpotensi menghasilkan penghematan biaya dari waktu ke waktu.
Fundamental yang Kuat Mendukung Prospek
Menurut laporan BMO, aktivitas permintaan dan jalur pesanan (order pipeline) Bombardier berjalan sesuai atau bahkan di atas ekspektasi. Baik isu tarif maupun suku bunga tidak menunjukkan tekanan yang berarti terhadap permintaan.
Dengan tingkat utang (leverage) yang diperkirakan akan mencapai target perusahaan pada akhir tahun, BMO melihat kemungkinan distribusi kepada pemegang saham dapat dimulai pada awal 2027. Selain itu, perolehan kas yang kuat akan memungkinkan perusahaan untuk terus berinvestasi di area dengan pertumbuhan lebih tinggi seperti layanan purnajual (aftermarket) dan sektor pertahanan.