Story

BofA Pilih Saham Pupuk MENA di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20262 min read
BofA Pilih Saham Pupuk MENA di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Summary

Bank of America merekomendasikan saham-saham produsen pupuk di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengunggulkannya dari sektor petrokimia karena prospek permintaan dan valuasi yang menarik di tengah risiko geopolitik.

Text size
Background

Bank of America (BofA) telah mengidentifikasi saham-saham pilihannya di sektor kimia kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), dengan preferensi pada perusahaan pupuk dibandingkan petrokimia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Bank investasi tersebut mempertahankan peringkat "Beli" untuk tiga perusahaan yang memiliki eksposur pada urea, mengutip keseimbangan pasokan dan permintaan yang menguntungkan dalam jangka menengah.

Prospek Direvisi Akibat Risiko Pengiriman

BofA menurunkan estimasi pendapatan untuk tahun 2026 sebesar 15% karena terbatasnya visibilitas terhadap volume pengiriman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah. Analisis terbaru BofA kini mengasumsikan volume penjualan yang terbatas akan berlangsung selama tujuh bulan pada tahun 2026, lebih lama dari asumsi sebelumnya yaitu sekitar empat bulan.

Namun, BofA mengharapkan pemulihan volume yang signifikan pada tahun 2027 ke tingkat sebelum konflik. Oleh karena itu, estimasi EBITDA untuk tahun 2027 hanya dipangkas sebesar 2%, menunjukkan optimisme untuk pemulihan jangka panjang.

Tiga Saham Pilihan Utama

Sample IUX Markets – In-articleAd

BofA merekomendasikan tiga produsen pupuk dengan peringkat "Beli", menyoroti valuasi yang menarik dan fundamental yang kuat:

  • Fertiglobe (FERTIGLB): Produsen urea ini dinilai memiliki prospek harga yang positif. Sahamnya diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (P/E) 2027 sebesar 14 kali, atau 15% di bawah rata-rata historisnya. Neraca keuangan perusahaan tetap kuat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA 2026 sebesar 0,7 kali.
  • SABIC Agri-Nutrients (SABIC AN): Peringkat "Beli" diberikan berdasarkan eksposur perusahaan terhadap urea dan prospek jangka menengah yang baik. Saham ini diperdagangkan pada P/E 2027 sebesar 15 kali, sebuah diskon 15% dari rata-rata historis. Perusahaan juga memegang posisi kas bersih sebesar SAR 11,5 miliar pada 2026.
  • Industries Qatar (IQCD): Dianggap memiliki valuasi paling menarik di antara ketiganya, dengan P/E 2027 sebesar 11 kali, atau 20% di bawah rata-rata jangka panjangnya. Perusahaan memiliki kas bersih sebesar QAR 9,4 miliar pada 2026 dan potensi peningkatan volume penjualan sekitar 20% pada 2025 setelah pabrik amonia barunya beroperasi.

Waspada terhadap Petrokimia Komoditas

Di sisi lain, BofA tetap berhati-hati terhadap saham-saham petrokimia komoditas. Bank tersebut mengutip ketahanan Tiongkok sebagai risiko kelebihan pasokan (*oversupply*) dalam jangka menengah, yang dapat menekan margin keuntungan di segmen ini.

Back to latest news

LATEST