Story

Bitcoin Tembus $81.000, Kenaikan Bulanan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 28, 20262 min read
Bitcoin Tembus $81.000, Kenaikan Bulanan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir
Text size
Background

Harga Bitcoin (BTC) menembus level $81.000 pada hari Jumat, dengan total kenaikan sepanjang Agustus mencapai lebih dari 28%. Kinerja ini menandai rekor kenaikan bulanan terbesar bagi aset kripto tersebut dalam hampir tiga tahun terakhir.

Reli signifikan ini, yang mengangkat harga dari level terendah di sekitar $64.000 pada awal Agustus, terutama dipicu oleh faktor makroekonomi yang menghidupkan kembali narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat.

Pemicu Utama: Kekhawatiran Devaluasi Dolar

Pemicu utama kenaikan ini adalah pengumuman Departemen Keuangan AS pada 19 Agustus untuk setidaknya menggandakan skala program pembelian kembali obligasi jangka panjang (long-term Treasury buybacks) menjadi $4 miliar per operasi. Pasar menginterpretasikan langkah ini sebagai bentuk pelonggaran moneter terselubung yang berpotensi menekan nilai dolar AS.

Stephen Coltman, Macro Head di 21Shares, menyatakan bahwa langkah Departemen Keuangan tersebut telah menghidupkan kembali "perdagangan devaluasi mata uang". Menurutnya, hal ini "akan mengurangi daya tarik dolar AS karena pasar mulai khawatir investor obligasi jangka panjang tidak akan mendapatkan kompensasi inflasi yang cukup."

Narasi ini menguntungkan aset-aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai, seperti Bitcoin dan emas. Sejak 19 Agustus, Bitcoin telah naik lebih dari 20%, sementara emas mencatat kenaikan sekitar 14% sepanjang Agustus. Menurut data Investing.com, ETF yang melacak kedua aset tersebut secara gabungan menarik arus masuk sekitar $7 miliar dalam lima hari perdagangan terakhir, sebuah rekor baru.

Aliran Dana Institusional Kembali Menguat

Reli harga kali ini didukung oleh masuknya kembali dana institusional, setelah fase awal yang didorong oleh likuidasi posisi jual (*short squeeze*) senilai lebih dari $2,7 miliar. Bukti kuat datang dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di AS.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk bersih kumulatif lebih dari $2,6 miliar selama delapan hari perdagangan terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan beli tetap kuat bahkan setelah tekanan dari *short squeeze* mereda.

Sinyal lain dari kembalinya minat institusional AS adalah munculnya kembali premium harga Bitcoin di bursa Coinbase dibandingkan dengan Binance untuk pertama kalinya dalam sekitar tiga bulan. Analis Bitget Wallet, Lacie Zhang, mengatakan ini "mungkin mengindikasikan bahwa alokasi dana institusional melalui ETF sedang kembali."

Prospek dan Sentimen Pasar

Dengan momentum saat ini, beberapa analis melihat potensi kenaikan lebih lanjut. Tony Sycamore, seorang analis pasar di IG, mencatat bahwa jika harga Bitcoin dapat menembus level saat ini, "aset ini berpotensi bergerak menuju target $95.000 hingga $100.000."

Meski demikian, investor perlu mewaspadai sentimen pasar yang mulai memanas. Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto (*Crypto Fear & Greed Index*) telah kembali ke zona "Keserakahan Ekstrem" (*Extreme Greed*). Secara historis, periode panjang di zona ini sering kali menandakan meningkatnya risiko koreksi harga jangka pendek.

Dalam jangka panjang, beberapa institusi tetap optimistis. Riset dari Bernstein yang dirilis pada 26 Agustus memproyeksikan Bitcoin dapat mencapai $125.000 pada akhir 2026 dan $150.000 pada pertengahan 2027. Variabel makroekonomi terdekat yang perlu diperhatikan adalah pernyataan dari Gubernur The Fed, yang akan memengaruhi arah dolar AS dan kelanjutan narasi devaluasi mata uang.

Back to latest news

LATEST